oleh

Kasus Korupsi Ngendap, Aktivis Luruk Kejari Pamekasan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Puluhan massa dari Komite Arek Lancor Bangkit (Kalab) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menuntut penuntasan kasus korupsi yang selama ini ngendap, Rabu (3/4/2017).

Koorlap Aksi, Makruf Malaka menegaskan, Kejari selama ini terkesan tidak serius dalam menuntaskan kasus korupsi. Seperti kasus mark up pembelian pertokoan citra logam mulia senilai Rp 7,5 miliar, kasus dugaan penyimpangan dana hibah di Dispora, kasus hilangnya beras Bulog yang telah menyeret 11 tersangka.

“Kemudian kasus mark up pembelian lahan TPA Desa Bindang Pasean, kasus Adhoc di Disdik dan kasus Program Listrik Masuk Desa (PLMD) senilai Rp 8,2 miliar,” terangnya.

Loading...

Makruf berharap Kejari segera mengusut tuntas kasus tersebut karena telah merugikan uang negara yang semestinya menjadi hak warga Pamekasan. Mengingat, selama ini penegakan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Kejari Pamekasan belum mampu menuntaskan kasus korupsi yang diduga melibatkan oknum pejabat Pamekasan. Mari kita tegakkan hukum sebaik mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Pamekasan, Rudi Indra Prasetya berjanji akan mendalami sejumlah kasus yang menjadi tuntutan massa tersebut. Sebab, pihaknya mulai kemarin fokus kepada kasus hilangnya beras bulog yang kini sudah selesai vonis semua.

“Memang betul ada personel yang belum dilakukan pemeriksaan dan kita dalami lagi,” jawabnya. (Marzukiy/Putri)



Komentar