oleh

Kasus Pembunuhan Istri Pejabat Dishub Pamekasan Jalan di Tempat

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kasus pembunuhan disertai perampokan kepada Sri Banowati Ningsih (52) warga Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sampai sekarang belum terungkap. Kepolisian Resort (Polres) setempat belum berhasil mengungkap pelaku dari pembunuhan sadis tersebut.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Osa Maliki mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan istri dari Molyadi salah satu pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan tersebut. Tidak ada perkembangan signifikan dari hasil penyelidikan yang dilakukan selama ini.

Loading...

“Sementara masih dalam penyelidikan, belum ada perkembangan yang signifikan. Masih tetap seperti kemarin, tapi kita tetap berupaya terus, makanya kami minta doanya ya,” kilah Osa saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (27/2/2018).

Ditanya soal kendala lambatnya proses hukum dari kasus tersebut, Osa enggan menyebutkannya dengan alasan tidak bisa diungkap kepada publik lantaran bagian dari rahasia penyelidikan.

“Ya, istilahnya jangan diungkap kepada publik, sementara masih penyelidikan gitu aja ya, ya (tetap yang kemarin),” tandasnya.

Baca: Kasus Pembunuhan Istri Pegawai Dishub Pamekasan, Polisi Periksa 15 Saksi

Sebelumnya, Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo menyampaikan, pihaknya telah memeriksa 15 saksi untuk mengungkap kasus tersebut. Lima belas saksi itu meliputi internal keluarga dan orang yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk dimintai keterangan. Tetapi yang pasti, pengungkapan kasus bervariasi, ada yang cepat dan ada pula yang butuh waktu lama.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan saksi, sudah 15 saksi. Kemudian intensif secara internal kita untuk melihat perkembangan dan lain sebagainya. Intinya kita serius dalam penanganan perkara ini, mohon doanya dari rekan-rekan, mudah-mudahan kita bisa mengungkap kasus itu,” katanya beberapa waktu lalu.

Senin (29/1/2018), Sri Banowati Ningsih (52) ditemukan tewas tergeletak bersimbah darah di depan kamar mandi di rumahnya sekitar pukul 14.30 WIB. Ia diduga menjadi korban pembunuhan oleh geng rampok saat suaminya bertugas di Kantor Dishub Pamekasan Jalan Binorogo.

Dari hasil otopsi, korban diduga melawan saat barang berharganya diambil, karena di jarinya juga ada bekas luka goresan tempat cincinnya dipakai. Dalam peristiwa itu, korban juga kehilangan uang sebesar Rp 17 juta dan emas seberat 2 ons yang disimpan di dalam lemari. (Marzukiy/Putri)