oleh

Kebakaran Pasar Anom Sumenep Enam Kios Ludes

PortalMadura.Com, Sumenep – Enam kios ludes pada peristiwa kebakaran Pasar Anom Baru Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (3/5/2019) petang.

Informasi yang dihimpun PortalMadura.Com menyebutkan, empat kios di antaranya merupakan milik satu orang yang berjualan sandal, sepatu dan bahan lainnya yang mudah terbakar.

“Empat kios itu disatukan dan milik satu orang,” kata salah seorang warga Sumenep, Nurul (27).

Sedangkan dua kios lainnya milik pedagang lain yang posisinya berdempetan.

Beruntung api cepat dilokalisir oleh dua unit pemadam kebakaran milik pemerintah daerah Sumenep dan dibantu oleh warga, TNI dan aparat kepolisian.

“Kalau sumber api tidak tahu. Kalau asal mulanya memang dari toko yang menjual sandal dan sepatu dan sejenisnya,” katanya.

Informasi yang diterima Nurul, pihak karyawan toko sandal dan sepatu (Toko Sahabat) sudah mematikan semua lampu (listrik).

Lokasi kebakaran Pasar Anom Baru Sumenep tersebut berada di blok A lantai satu. Sedangkan kondisi lantai dua dalam posisi aman dari kobaran api.

Hingga berita ini dilansir PortalMadura.Com, belum ada keterangan resmi dari aparat berwenang. Namun, api di lokasi kebakaran sudah dapat dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga :

Kebakaran Pasar Anom Sumenep, Sumber Api dari Toko Sandal

Loading...

Pasar Anom Baru Blok A Sumenep Resmi Dibuka

Kerugian Kebakaran Pasar Anom Sumenep Lebih Rp 20 Miliar

Tim Labfor Mabes Polri Masih Meneliti Penyebab Kebakaran Pasar Anom

Pasar Anom Baru Blok A Sumenep tersebut secara resmi dibuka oleh pemerintah daerah, Senin (31/10/2016) setelah pembangunannya menguras anggaran sebesar Rp 40,7 miliar.

Lokasi tersebut mayoritas ditempati oleh korban kebakaran Pasar Anom Sumenep yang terjadi pada tahun 2007.

Kebakaran Pasar Anom Sumenep juga terjadi pada pukul 19.20 Wib, Rabu (5/3/2014). Saat itu, 861 unit kios dan stand ludes hingga menelan kerugian Rp 20 miliar lebih.

Detik-detik kebakaran Pasar Anom Sumenep, Jumat (3/5/2019) petang


Penulis : Hartono
Editor : Hartono

Komentar