PortalMadura.com

Kebiasaan Meninggalkan Anak Sendiri Ternyata Mempengaruhi Psikologinya

  • Rabu, 7 September 2016 | 07:00
Kebiasaan Meninggalkan Anak Sendiri Ternyata Mempengaruhi Psikologinya
ilustrasi
Loading...

PortalMadura.Com – Orang tua yang super sibuk dan banyak beraktivitas di luar rumah seringkali meninggalkan anak sendiri di rumah atau dititipkan pada pengasuh. Terkadang dalam melakukan hal tersebut tanpa melalui pertimbangan yang matang sehingga kebanyakan orangtua tidak menyadari dampak buruknya. Perlu Anda ketahui bahwa kebiasaan meninggalkan anak pada usia balita akan mempengaruhi kondisi psikologisnya.

Pada usia balita, sebenarnya anak belum memiliki kesiapan untuk ditinggalkan. Anak-anak cenderung membutuhkan kasih sayang seutuhnya. Jika Anda banyak meninggalkan anak maka hal ini akan membuat anak merasa tidak mendapatkan kasih sayang. Bahkan kemungkinan anak akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian tertutup dan merasa kesepian.

Anda harus mempertimbangkan kesiapan mental anak sebelum meninggalkannya. Anak-anak pada usia balita cenderung masih sangat membutuhkan kedekatan dan perhatian setiap saat dari Anda sebagai orang tuanya. Meskipun dampaknya tidak parah namun hal ini bisa menyebabkan stres jangka panjang pada anak.

Baca Juga:  Moms, Ini 3 Cara Mengajarkan Kesabaran Pada Anak

Anak usia balita membutuhkan kedekatan dengan orang tuanya sehingga ketika Anda sering meninggalkannya maka hal ini menjadi pemicu stres dalam jangka panjang pada anak. Terlebih lagi jika Anda dan suami sama-sama memiliki kesibukan maka hal ini akan meninggalkan trauma bagi anak. Tanda awal yang ditunjukan oleh anak yaitu cenderung menjadi pendiam, kehilangan nafsu makan dan pemurung. Kondisi tersebut sebagai bentuk protes anak atas tindakan yang Anda lakukan. (solusisehatku.com/choir)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional