PortalMadura.com, Jakarta – Elon Musk, orang terkaya di dunia, baru saja mengalami penurunan kekayaan yang signifikan akibat anjloknya saham Tesla hingga 27%. Dalam beberapa minggu, ia kehilangan sekitar Rp1.467 triliun, meskipun total kekayaannya masih mencapai Rp6.448 triliun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kinerja Tesla yang melemah, termasuk turunnya penjualan tahunan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi penurunan Tesla adalah persaingan ketat dengan BYD, produsen mobil listrik asal Tiongkok yang menawarkan produk lebih terjangkau dan canggih. Selain itu, keterlibatan politik Musk, terutama dukungannya terhadap Donald Trump dan perannya dalam pemerintahan, juga memicu reaksi beragam dari investor dan konsumen, yang bisa berpengaruh pada kepercayaan terhadap Tesla.
Meskipun mengalami penurunan kekayaan yang besar, Musk masih memiliki aset bernilai tinggi, termasuk kepemilikan saham di SpaceX sebesar 42% yang bernilai sekitar $136 miliar (Rp2.216 triliun). Dengan inovasi yang terus berkembang, Musk berpotensi bangkit kembali dan meningkatkan kekayaannya dalam waktu dekat.
Bagaimana masa depan finansial Musk? Apakah ia akan kembali memperbesar kekayaannya atau menghadapi tantangan baru? Untuk berita terbaru tentang pasar kripto, teknologi blockchain, dan industri finansial, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan analisis dan informasi terkini.