oleh

Kelompok Pakar PBB Bahas Penggunaan Robot Pembunuh

PortalMadura.Com, Ankara – Kelompok Pakar Pemerintahan (GGE) yang didirikan di bawah kerangka Konvensi PBB tentang Senjata Konvensional Tertentu (CCW) tentang Sistem Persenjataan Otomatis Mematikan (LAWS) akan bertemu di Jeneva pada 27-31 Agustus.

Menurut kantor PBB, pertemuan itu adalah konferensi yang kedua di mana aspek hukum, etika, dan keamanan dari LAWS akan dibahas oleh pejabat pemerintah, LSM, dan peneliti.

Robot pembunuh atau LAWS adalah senjata otonom yang mampu memilih dan menyerang sasaran tanpa intervensi manusia. Pengembangan dan penggunaan “robot pembunuh” semakin mendapat sorotan oleh PBB dan media internasional. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (28/8/2018).

“Dari drone dengan kecerdasan buatan hingga senjata otomatis yang dapat memilih target mereka sendiri, kemajuan teknologi dalam persenjataan telah melampaui hukum internasional,” kata Amnesty International dalam pernyataan terbarunya.

Kampanye untuk Menghentikan Robot Pembunuh, sebuah platform yang mendorong pelarangan internasional atas LAWS menyatakan: “Menyerahkan keputusan hidup atau mati kepada mesin-mesin telah melewati batas moral yang fundamental. Robot otonom tidak memiliki kemampuan untuk memahami konteks,”

Laporan Kantor PBB untuk Perlucutan Senjata 2018 menyebutkan bahwa semua negara pada dasarnya setuju bahwa pengawasan manusia sangat diperlukan dalam penggunaan senjata mematikan.

Namun, Amnesty International mengatakan beberapa negara – termasuk Israel, Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Rusia – diketahui mengembangkan sistem persenjataan otonom. (AA)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE