PortalMadura.com

Kemacetan Jadi Langganan di Penyeberangan Kalianget-Talango, Dishub Segera Panggil Pengelola Tongkang

  • Senin, 25 September 2017 | 15:08
Kemacetan Jadi Langganan di Penyeberangan Kalianget-Talango, Dishub Segera Panggil Pengelola Tongkang
Penyeberangan Kalianget-Talango Sumenep (Foto : Samsul Arifin)

PortalMadura.Com, Sumenep – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sustono berjanji akan memanggil tiga pengelola perahu tongkang yang melayani jasa penyeberangan Kalianget-Talango yakni KM Karjon, KM Serbaguna dan Pusat Koperasi Angkatan Laut (Puskopal). Pasalnya, dipenyeberangan Kalianget-Talango itu kerap kali terjadi kemacetan.

“Pemanggilan tiga pengelola jasa penyeberangan tersebut dimaksudkan agar pengelola itu bisa meningkatkan pelayanan demi kelancaran dipenyeberangan tersebut,” kata Sustono, Senin (25/9/2017).

Sustono menyampaikan, pada forum rapat bersama perwakilan warga yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Peduli Poteran (KP3), Dishub, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang difasilitasi Kecamatan Talango beberapa waktu lalu, tiga pengelola penyedia jasa penyeberangan itu tidak hadir.

Baca Juga:  Pelaku "Penggoreng" Tangan Ditangkap, Ini Tanggapan Pengacara Korban

“Kami agendakan untuk dilakukan pemanggilan terhadap tiga pengelola penyeberangan tersebut untuk mengurai kemacetan,” tuturnya.

Harijadi Bangkalan
Ads by portalmadura

Sebelumnya, KP3 melakukan audiensi ke Kecamatan. Mereka menuntut instansi tekhnis di daerah mengupayakan normalisasi penyeberangan Kalianget-Talango. Sebab, beberapa bulan terakhir ini selalu macet, antrian panjang kendaraan terutama roda empat kerap terjadi akibat tongkang tidak bisa menanggulangi banyaknya kendaraan.

Selain itu, rincian tarif angkutan penyeberangan tidak jelas termasuk retribusi ke daerah dan asuransinya, bahkan diwarnai praktik calo penyeberangan. Akses masuk dermaga khususnya disisi Pulau Talango tidak lancar karena menjadi akses masuk pasar induk Kecamatan sekaligus aktivitas bongkar muat barang dan tempat mangkal becak.

Baca Juga:  Reses, MH Said Abdullah Ajak Fauzi Blusukan di RSUD Sumenep

Tidak hanya itu, armada tongkang yang beroperasi selama ini hanya ada dua dengan menyesuaikan jadwal yang disepakati, padahal terdapat tiga armada yang biasa melayani penyeberanan tersebut. Saat terjadi kemacetan panjang, satu armada tersebut tidak mau beroperasi dengan alasan di luar jadwal. (Arifin/Putri)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional