oleh

Kenali Perbedaan Jins Mahal dan Murah Untuk Gaya Anda

PortalMadura.Com – Celana jins merupakan salah satu tren fesyen yang tak lekang oleh waktu. Dari zaman dulu hingga kini, celana jins selalu menjadi favorit semua kalangan dan tentu disainnya yang sederhana membuat cocok dipakai di segala suasana. Bahkan, jins yang telah usang pun masih sering dipakai sebagai penunjang gaya.

Namun bila saatnya tiba untuk beli yang baru, tak semua orang tertama pria rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya sebuah celana jins baru.

Berbicara mahal tidaknya celana jins, sebenarnya apa yang membedakan antara celana jins mahal dan murah ? Penasaran ? Yuk simak penjelasannya.

D’Marge dalam sebuah artikel mengutip keterangan, Bryce Alton, CEO Nudie Jeans Australasia, yang mengupas tuntas rahasia mengenai celana jins.

Nah, dengan rahasia ini, kita bisa memahami perbedaan celana denim murah dan yang berharga fantastis.

Desain Mempengaruhi Biaya
Salah satu hal yang berkontribusi bagi denim kelas atas adalah desainnya. Jins yang mahal tentu memiliki detail yang lebih baik dibanding jins murah.

Pola yang sulit, kancing, dan fitur hiasan, kualitas jahitan, pencucian dan ukuran, semuanya berkontribusi pada harga.

Harga akhir menyesuaikan dengan desain ekslusif dan merek denim.

“Kita tidak dapat memberi harga pada ‘seni atau desain’ apa pun, tetapi aspek unik dari gaya baru harus selalu dipertimbangkan untuk beberapa level,” papar Alto.

Dengan kata lain, penentuan harga berdasarkan label juga berdasarkan kualitas desain.

Menurutnya, semua pelanggan denim harus memiliki pandangan dasar ketika membeli celana jins, baik yang murah atau mahal.

“Ukuran yang pas harus menjadi hal utama seperti ketepatan ukuran untuk kedua kaki,” tambahnya.

Branding dan Reputasi Menentukan Harga
Branding adalah hal pokok yang mendorong pelanggan untuk terpikat pada suatu produk berdasarkan persepsinya.

Menurut Alto, untuk celana jins, setiap merek berbeda cara dalam menentukan reputasi yang menentukan harga akhir.

Misalnya pada merek mewah, perlu banyak uang untuk iklan dan membuat produk tersebut mencapai tangan para selebritas.

“Mereka membatasi distribusi untuk mengontrol persediaan dan permintaan,” kaya Alton.

Cara ini dilakukan untuk dapat menjual produk dengan poin harga yang mereka inginkan, meskipun kualitasnya tidak jauh berbeda dengan merek lainnya.

Standar Bahan dan Manufaktur
Denim kelas atas terbuat dari bahan berkualitas seperti selvedge Jepang, denim halus atau 100 persen buatan tangan.

Poin utama yang harus diperhatikan ketika ingin membeli jins adalah kualitas bahan yang kita inginkan.

Selvedge merupakan denim terbaik yang tentu memiliki harga mahal, meksipun ada beberapa varian yang lebih murah.

Jenis denim ini dibuat dengan alat tenun kecil untuk menghasilkan jahitan bagian tepi yang tertutup kuat dan tidak terurai.

Alat tenun yang lebih besar yang dirancang untuk produksi massal, menenun benang dengan cepat, dan dapat mempercepat proses pembuatan.

Namun, bahan denim yang dibuat dengan cara ini memiliki bagian ujung yang longgar, sehingga membutuhkan jahitan agar benang tidak terurai.

Tentu saja bahan tersebut akan menjadi jins yang mudah robek saat dipakai.

Jins dengan bagian tepi yang rapat akan membuat penampilan kita semakin baik.

“Intinya adalah, seperti semua manufaktur, ada produksi yang baik dan prosedur produksi yang buruk,” kata Alton. “Ini berawal dari bahan menuju proses manufuktur sebagai usaha menjaga lingkungan,” tambahnya.

Menurutnya, usaha untuk menjaga lingkungan dalam industri fesyen juga menentukan harga akhir dari sebuah produk.

Kenyataan tentang Denim Mewah
Menurut pakar denim bernama Bryce Alton, kita tidak benar-benar mendapatkan jins kualitas superior ketika mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.

Menurutnya, biaya untuk produksi jins jelas akan bervariasi tergantung dimana, bagaimana, dan apa yang diproduksi dari semua itu.

Jins yang dibuat di negara dunia ketiga, seperti China, memiliki biaya yang jauh lebih rendah.

Hal ini karena upah minium pegawai yang bekerja, umumnya juga rendah dibandingkan negara lain.

Dalam banyak kasus, ini juga berlaku untuk jins yang dibuat oleh pabrik yang tidak mengikuti kebijakan lingkungan yang ketat.

Upah pekerja dan kebijakan lingkungan yang ketat juga bisa meningkatkan harga produk.

Selisih harga yang kecil bagi setiap unit denim mungkin tidak masalah bagi kita.

Tapi, menurut Bryce Alton, perbedaan biaya satu dolar atau sekitar Rp 14.000 per unit untuk produksi 10 juta jeans per tahun di China, misalnya, mampu menciptakan penghematan hingga 10 juta dolar atau Rp 139 triliun.

Itulah perbedaan jins mahal dan murah menurut Bryce Alton. Dengan pemaparan di atas, semoga Anda mengerti mengapa jins yang satu dan satunya berbeda walau terlihat mirip. Semoga bermanfaat (kompas.com/Nanik)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE