oleh

Kendaraan Anda Kena Banjir? Ini Kerugian Yang Ditimbulkan

PortalMadura.Com, Jakarta – Memasuki pertengahan akhir bulan November 2015, secara perlahan seluruh wilayah Indonesia mulai memasuki musim penghujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan berlangsung mulai pertengahan November 2015 hingga Februari 2016 dengan puncaknya pada Desember 2015 dan Januari 2016.

Tingginya curah hujan membuat banyak wilayah terkena banjir, tidak terkecuali Jakarta dan sekitarnya serta berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Carmudi sebagai situs jual beli kendaraan online teraman menganalisa tren banjir tahunan ini terkait banyaknya kendaraan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan kerugian apa saja yang ditimbulkan.

Carmudi berharap masyarakat dapat lebih awas dan waspada atas keselamatan kendaraan mereka dari risiko banjir bila mengetahui secara lengkap kerugian apa saja yang ditimbulkan bila kendaraan mereka terkena banjir.

Sebagai ilustrasi, di pertengahan Februari 2015, Adira Finance menerima lebih dari 1800 klaim asuransi kendaraan yang kebanjiran. Hal ini menggambarkan betapa besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tahunan ini bila seluruh klaim dari semua perusahaan asuransi kendaraan di Indonesia dijumlahkan.

Jumlah kerugian tersebut dipastikan akan terus membengkak mengingat masih banyak kendaraan bermotor di Indonesia yang tidak diasuransikan.

“Informasi ini sengaja Carmudi berikan kepada masyarakat sebelum musim banjir melanda sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tahu kerugian yang timbul bila kendarannya kebanjiran,” ungkap Gunnar Rentzsch, Co-Founder Carmudi Indonesia, Sabtu (28/11/2015).

Kerugian pertama yang muncul bila kendaraan kita terkena banjir adalah kendaraan rusak dan tidak selamanya kerusakan tersebut dapat di klaim ke asuransi kendaraan, terkecuali bila kendaraan Anda diasuransikan tipe All Risk + Paket Plus Perlindungan Bencana Alam.

Secara umum, asuransi akan mengganti kendaraan Anda bila terdapat kerusakan lebih dari 75% pada kendaraan yang murni rusak karena bencana alam.

Pengertian ini berlaku bila kendaraan Anda secara tidak sengaja terendam banjir dan oleh karenanya mesin utama terendam hingga mati total, bukan karena kelalaian pengemudi yang memaksa menerobos banjir. Apabila ada unsur kesengajaan, maka asuransi berhak menolak klaim asuransi tersebut.

Kerugian kedua adalah bila kendaraan Anda tidak diasuransikan atau klaim asuransi ditolak, Anda harus siapkan puluhan juta rupiah untuk memperbaiki mobil Anda.

“Kerusakan kendaraan akibat banjir sangat bervariasi mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Bila kendaraan Anda rusak parah yang ditandai dengan kerusakan mesin utama serta komponennya (Engine Control Unit/ECU, Water Hammer, dan komponen lainnya), siapkan puluhan juta rupiah untuk memulihkan kendaraan Anda kembali,” jelas salah seorang teknisi bengkel resmi Subaru.

Kerugian ketiga, dan hal ini sering diambil pemilik kendaraan sebagai jalan pintas adalah menjual kendaraannya setelah terkena banjir. Menjual kendaraan bekas banjir sangat merugikan bagi pemilik kendaraan karena harga jual pasti akan turun drastis.

Hal ini diakui oleh berbagai dealer mobil bekas rekanan Carmudi yang menyatakan bahwa setelah musim banjir akan banyak kendaraan yang dijual murah dengan kualitas yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak hanya penjual mobil bekas banjir yang dirugikan, pembeli mobil bekas banjir pun juga dirugikan karena harus menyiapkan dana mulai dari 40 juta hingga ratusan juta bila ingin merombak mobil bekas banjir agar layak jalan.(rls/har)



Komentar