PortalMadura.com

Kepala Bakesbangpol Hadiri Acara LPD, PLD Pamekasan Kecewa

  • Selasa, 27 September 2016 | 10:55
Kepala Bakesbangpol Hadiri Acara LPD, PLD Pamekasan Kecewa
dok. LPD
Loading...

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pendamping Lokal Desa (PLD) yang bertugas di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengaku kecewa atas hadirnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Al Walid dalam acara pembekalan pendamping desa yang digelar LSM Lembaga Penegak Demokrasi (LPD).

DPC LPD Kabupaten Pamekasan mengadakan acara tersebut dengan mencatut nama Kemendag RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, mereka mendapat rekomendasi untuk merekrut pendamping desa di luar rekrutmen yang dilakukan pemerintah pusat.

“Kami sangat menyayangkan kehadiran Al Walid ke acara tersebut, seharusnya sebagai pejabat pemerintah berpikir logis dan objektif,” tegas Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Pademawu Pamekasan, Fathorrozi, Selasa (27/9/2016).

Menurutnya, LPD yang telah merekrut pendamping desa di luar ketetapan pemerintah merupakan tindakan konyol. Tetapi sayangnya, pejabat pemerintah di Pamekasan justru menghadirinya. Sehingga terkesan melegalkan acara tersebut.

Baca Juga:  Libur Lebaran, Pemkab Pamekasan Tak Tahu Jumlah Kunjungan Wisata

“Saya hanya heran, kenapa LPD ini berani merekrut pendamping desa. Karena akhirnya masyarakat yang menjadi korbannya. Oleh karena itu, hal ini harus menjadi perhatian masyarakat,” tandasnya.

Dalam merekrut pendamping desa, LPD memungut biaya kepada masyarakat dengan dalih tertentu. Padahal, dalam rekrutmen yang dilakukan Kemendes PDTT tidak memungut biaya sepeserpun kepada calon pendamping.

“Dengan ini saja sudah janggal, kami kuatir mereka memanfaatkan adanya pendamping desa ini hanya untuk mencari keuntungan semata kepada desa,” tambah mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan tersebut.

Ia mengaku telah menemukan LPD yang mendatangi sejumlah desa dengan cara mengecek keuangan di bendahara desa. Tetapi mereka lantas menyalahkan dan menganggap program yang dijalankan salah. Padahal, adanya pendamping desa tersebut sebagai fasilitator desa.

Baca Juga:  Tim DVI Polda Jatim Agendakan Tes DNA Keluarga Korban

“Saya hanya kecewa saja kepada Kepala Bakesbangpol, kenapa masih hadir dalam acara tersebut. Seharusnya, pejabat pemerintah itu bisa memilih dan memilah. Apalagi, kejadian ini sebelumnya sudah terjadi di Kabupaten Sumenep yang kini berbuntut ke ranah hukum,” terang dia.

LSM LPD Kabupaten Pamekasan menggelar acara pembekalan pendamping desa yang mencakup dua Kabupaten. Yakni Kabupaten Pamekasan dan Sampang di gedung Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Kecamatan Galis Pamekasan, Senin (26/9/2016). (Marzukiy/choir)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional