oleh

Kholifah Sebut Raje’i Pernah Tolak Pembangunan Polindes di Desa Bujur Barat

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-cawabup) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH. Kholilurrahman-Fathor Rohman (Kholifah) sekak mati cabup-cawabup Badrut Tamam-Raja’e (Berbaur) pada acara debat publik di Hotel Odaita Jalan Raya Sumenep, Senin (7/5/2018) malam.

Pada sesi tanya jawab cawabup, Fathor Rohman menyebutkan bahwa Raja’e pernah menolak pembangunan Polindes di desanya saat menjabat Kepala Desa Bujur Barat Kecamatan Batumarmar. Penyataan itu menimpali statement Raja’e dalam debat tersebut yang menyampaikan akan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat apabila dirinya terpilih pada pilkada 27 Juni 2018.

Dalam konferensi pers usai debat, Fathor Rohman kembali menegaskan adanya penolakan Polindes dengan menunjukkan surat pernyataan penolakan tersebut. Dalam surat penyataan itu ditandatangani oleh Raje’i, SH.I sebagai Kepala Desa Bujur Barat dan Ketua BPD Bujur Barat, Ach. Junaidi, A.Ma. mengetahui Camat Batumarmar, Kusairi pada tahun 2017.

Dalam surat tertulis :

Loading...

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Raje’i, S.H.I
Jabatan : Kepala Desa Bujur Barat

Bersama Dengan :
Nama : Ach. Junaidi, A.Ma.
Jabatan : Ketua BPD Bujur Barat

Menyatakan menolak untuk pembangunan Polindes di Desa Bujur Barat dikarenakan tanah tersebut diperuntukkan menjadi lapangan sepak bola.

Demikian pernyataan kami atas perhatian dan kerja samanya kami sampaikan terima kasih.

Begitulah isi surat tersebut yang disampaikan kepada awak media usai acara debat tersebut.

“Kalau seperti ini bagaimana mau mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, justru ini menjauhkan. Ini buktinya kalau ada penolakan dari adik saya Bapak Raje’i,” kata Fathor menjelaskan.

Dikonfirmasi terpisah, Cabup Badrut Tamam didampingi Cawabup Raje’i membantah tudingan tersebut. Bahkan dia menyampaikan bahwa informasi adanya penolakan pembangunan Polindes tidak benar dan fitnah.

“Fitnah, itu fitnah yang dibuat, surat bisa dibuat kapan saja kok, sama halnya dengan surat kematian dan sebagainya,” kilahnya. (Marzukiy/Putri)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar