oleh

Kinross Siap Caplok 25 Persen Saham Blok Gas Kangean Sumenep

Bayar pajak itu wajib

PortalMadura.Com, SumenepKinross International berencana mencaplok 25 persen saham Mitsubishi Corporation yang ada di blok gas Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kinross International tersebut merupakan perusahaan kelompok Bakrie yang saat ini sedang getol ekspansi bisnis hulu Migas.

Seiring dengan rencana itu, Kinross International akan menarik pinjaman sebesar US$ 88,25 juta atau sekitar Rp 1,25 triliun.

Penjaminnya adalah Energi Mega Persada (EMP). Pihak EMP yang akan meminta persetujuan kepada para pemegang saham untuk menjamin penuh pinjaman Kinross International.

PortalMadura.Com, Jumat, 23 Agustus 2019 melansir dari katadata.co.id, posisi Bakrie saat ini sudah menguasai 50 persen saham di Blok Kangean melalui EMP.

Sedangkan pihak Mitsubishi dan Japan Petroleum Exploration hanya memiliki porsi saham masing-masing diposisi 25 persen.

Jika rencana akuisisi terealisasi oleh Kinross International, maka kelompok Bakrie ini akan menguasai 75 persen saham di wilayah Blok Kangean, Sumenep, Madura.

Baca Juga : Capaian Produksi Gas dan Minyak Bumi KKKS Jabanusa, Termasuk Madura

Berdasarkan keterbukaan informasi EMP yang dipublikasikan situs Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah katadata.id, Blok Kangean memiliki kontribusi besar untuk pendapatan perusahaan.

Sepanjang paruh pertama tahun 2019, kontribusinya mencapai hingga 47 persen terhadap pendapatan total.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, pendapatan total sebesar US$ 116,35 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.

Tahun lalu, Energi Mega Persada menggelontorkan investasi lebih dari US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun (rata-rata kurs rupiah 2018: Rp 14.247/dolar AS) untuk menggenjot produksi Blok Kangean.

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, lifting gas Blok Kangean pada semester I 2019 sebesar 133 MMscfd atau baru 67 persen dari target APBN 2019 sebesar 200 MMscfd.

Pada akhir Juli, CFO dan Direktur Energi Mega Persada Edoardus A. Windoe menyebut rendahnya lifting karena penyerapan di wilayah Jawa Timur belum maksimal.

Loading...

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), mengakui lifting gas Kangean Energy Indonesia Ltd, di Lapangan Terang, Sirasun, dan Batur (TSB) Fase-2 Blok Kangean pada semester 1-2019 masih di bawah target.

Saat ini produksi di Blok Kangean mencapai 160 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

Pekerjaan pengembangan lapangan gas TSB fase kedua sudah berlangsung sejak 2014 dan telah selesai pada kuartal pertama 2019.

Pengembangan tersebut melanjutkan produksi gas di lapangan gas Terang yang sudah berjalan pada pertengahan 2012.

Puncak produksinya diperkirakan mencapai 200 MMscfd. Blok gas lepas pantai itu sekitar 90 kilometer di bagian utara pulau Bali dengan kedalaman laut 90 sampai 230 meter.(*)

Baca Juga :

Baca Juga :


Penulis : Hartono
Editor : Hartono


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar