PortalMadura.com

Krisis Rohingya, Warga London Ajukan Petisi Minta Aung San Suu Kyi Dibawa ke ICC

  • Kamis, 7 September 2017 | 08:07
Krisis Rohingya, Warga London Ajukan Petisi Minta Aung San Suu Kyi Dibawa ke ICC
Pemimpin Myanmar (change.org)

PortalMadura.Com, London – Warga London, Inggris yang mengatasnamakan “Mu’min believer organization” bernama Hussein Mohamed & Najma Maxamed mengajukan petisi lewat laman change.org.

Dalam petisi itu disebutkan agar Aung San Suu Kyi (Kepala Negara Myanmar) dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) atas genosida di Rohingya. Ia juga memasang foto pimpinan Myanmar. “Take Aung San Suu Kyi to International Criminal Court (ICC) over genocide in Rohingya“.

Hingga pukul 07.30 WIB, Kamis (7/9/2017) petisi itu telah mendapat dukungan dari berbagai belahan dunia dan sudah mencapai 297.134 pendukung.

“Kami telah mengalami badai rekaman dan laporan yang disahkan melalui media, pemerintah, dan inspektur negara bersatu seperti mantan presiden PBB Kofi Annan, penyidik ​​PBB saat ini, Theresa May, Jeremy Corbyn, BBC, Times, dll. Semuanya menegaskan bahwa pemerintah Myanmar telah menganiaya dan membersihkan komunitas minoritas Rohingya (Rakhine) dan masyarakatnya,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut harus dihentikan. “Penyiksaan ini dilakukan hanya karena kepercayaan minoritas dan agama yang dipraktikkan (Islam) yang oleh tentara dan pemerintah dianggap asing bagi agama negara yang merupakan agama Buddha. Buddha sendiri seperti biksu mengambil senjata dan menghancurkan makhluk dan desa yang tidak berdosa,” ujarnya.

Anak-anak, perempuan dan laki-laki, orang tua dan orang cacat semuanya disiksa, dibakar, diperkosa, dibunuh dan rumah mereka terbakar. “Kita sebagai manusia harus mengambil tindakan dan mengambil kepala negara Myanmar Aung San Suu Kyi dan kepala komando angkatan bersenjata, Ming Aung Hlaing ke ICC Pengadilan Pidana Internasional (Den Haag) atas kasus genosida, sehingga keduanya (mereka) bisa menjawab kejahatan kebencian mereka,” tegasnya.

Menurutnya, para pemimpin saat ini diam, tapi sedikit memberi sambutan. Tahun lalu, Theresa May mengundang kepala Myanmar ke Downing Street untuk berdiskusi dan bergabung dengannya untuk minum teh sore. Ini tidak masuk akal.

“Tolong bawa keadilan kembali ke dunia ini, dan dengan bantuan Anda, kami dapat mencapai pesan dukungan dan ekspresi persatuan ini kepada para pemimpin yang tidak memiliki belas kasihan. Jadi bisa mengubah konsepsi mereka,” ujarnya.

Sayangnya, kita tidak bisa membawa mereka ke pengadilan. Kita harus menjalin hubungan ini setelah berkonsultasi dengan pengacara hak asasi manusia internasional.

“Karena Myanmar tidak akan menandatangani Statuta Roma, satu-satunya cara ICC dapat menyelidikinya adalah jika Dewan Keamanan PBB merujuk situasinya kepada mereka, jadi Anda perlu menekan anggota Dewan Keamanan PBB untuk membuat rujukan,” tandasnya.

Hasil petisi tersebut akan dikirim ke Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn MP, Perdana Menteri Inggris dan Pemimpin Partai Konservatif Theresa May MP.

Hussein Mohamed & Najma Maxamed, nampaknya tidak hanya mengajukan petisi lewat online. Ia juga meminta dukungan untuk terus melakukan tekanan pada Dewan Keamanan PBB melalui demonstrasi di luar Downing Street. Rencananya, tanggal 16 September 2017 akan menggelar aksi agar pemimpin Myanmar dapat dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional.(Hartono)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional