oleh

Kutuk Tindakan Premanisme, Panwascam se-Kabupaten Sumenep Siap Lakukan Perlawanan

PortalMadura.Com, Sumenep – Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwaslihcam) Pilkada se-Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengutuk tindakan premanisme yang menimpa salah seorang komisioner Panwaslih Kabupaten Sumenep.

“Kami mengutuk tindakan premanisme itu,” tegas juru bicara Panwaslih Kecamatan se-Kabupaten Sumenep, Daeng Kafi, pada PortalMadura.Com, Kamis (7/1/2016).

Hal tersebut menyikapi terjadinya pengrusakan mobil pribadi milik Zamrod Khan, komisioner Panwaslih Kabupaten Sumenep di Kantor Bawaslu Jatim, Rabu (6/1/2016), pukul 22.00 Wib.

Kala itu, ada massa yang mengatasnamakan simpatisan dan pendukung pasangan calon (Paslon) 2 pada Pilkada Sumenep, Zainal Abidin-Dewi Khalifah (ZAEVA) yang memprotes pembukaan kotak suara oleh KPU Sumenep.

Pembukaan kotak suara tersebut untuk kepentingan sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi, Jumat (8/1/2016) pukul 08.00 Wib.

Baca Juga : Hadapi Sidang Pendahuluan di MK, KPU Sumenep Buka Kotak Suara di 143 TPS

Menurut pria yang juga Ketua Panwaslih Kecamatan Dungkek, Sumenep ini, tindakan premanisme merupakan kejahatan di negara hukum yang tidak dapat ditoleransi.

“Dugaan pengrusakan harus ditindaklanjuti oleh polisi. Kami, sebagai Panwaslihcam juga akan mengawal kasus ini sebagai bentuk perlawanan dan penegakan hukum,” katanya.

Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap otak dari pengrusakan mobil itu. “Tidak cukup hanya menangkap pelaku, tapi harus diusut sampai pada otak pengrusakan,” ujarnya.

Baca juga : Komisioner Panwaslih Sumenep : “Saya sedang laporan pengrusakan mobil ke polisi”

Panwaslihcam menjadwalkan, siang ini untuk melakukan rapat koordinasi dengan semua komisioner panwaslihcam se-Kabupaten Sumenep.

“Selain untuk melakukan koordinasi, juga akan membahas langkah-langkah yang akan dilakukan sehubungan dengan pengrusakan mobil milik komisioner panwaslih kabupaten itu,” pungkasnya.

Baca Juga : Mobil Pribadi Komisioner Panwaslih Sumenep Diduga Dirusak Massa di Bawaslu Jatim

(Hartono)



Komentar