Bola  

La Liga Siap Coba Lagi: Pertandingan Musim Reguler di AS Kembali Diusung Javier Tebas

Avatar of PortalMadura.com
La Liga Siap Coba Lagi: Pertandingan Musim Reguler di AS Kembali Diusung Javier Tebas
La Liga Siap Coba Lagi: Pertandingan Musim Reguler di AS Kembali Diusung Javier Tebas

PortalMadura.com – La Liga, liga sepak bola profesional Spanyol, berencana menghidupkan kembali ambisinya untuk menggelar pertandingan musim reguler di Amerika Serikat. Presiden La Liga, Javier Tebas, menegaskan komitmen tersebut dalam konferensi pers di London, Kamis (27/2/2026), meski rencana serupa sebelumnya batal akibat penolakan keras dari berbagai pihak.

Tebas: “Kami Akan Mencoba Lagi”

“Kami akan mencoba lagi. Saya tidak tahu kapan. Kami harus mengatasinya pada waktu yang tepat,” ujar Tebas saat menghadiri Financial Times Business of Football Summit. Pernyataan ini menandakan bahwa La Liga tidak menyerah pada gagasan ekspansi global melalui pertandingan resmi di luar wilayah Spanyol.

Rencana sebelumnya melibatkan pertandingan antara Barcelona dan Villarreal di Stadion Hard Rock, markas Miami Dolphins, pada 20 Desember 2025. Jika terealisasi, laga tersebut akan menjadi pertama kalinya liga top Eropa menggelar pertandingan musim reguler di luar negeri. Namun, rencana itu dibatalkan pada Oktober 2025 seiring meningkatnya oposisi dari klub, pemain, dan suporter yang menilai langkah tersebut dapat mengganggu integritas kompetisi.

Argumen Tebas: Satu Laga dari 380 Tidak Akan Merusak Kompetisi

Tebas membantah kekhawatiran bahwa pertandingan di luar negeri akan merusak keadilan sporting. “Saya kira hal itu tidak akan menimbulkan dampak buruk apa pun. Kita berbicara tentang satu pertandingan dari 380 pertandingan dalam satu musim,” tegasnya.

Ia mencontohkan kesuksesan liga olahraga Amerika seperti NFL dan NBA yang rutin menggelar pertandingan internasional di London, Berlin, Dublin, Madrid, hingga São Paulo. Menurut Tebas, langkah serupa dapat menjadi strategi efektif untuk memperluas jangkauan global sepak bola Eropa.

Strategi Global: Mengikuti Jejak NFL dan NBA

Tebas menekankan bahwa liga-liga sepak bola Eropa telah meraup keuntungan besar dari basis penggemar internasional dan penjualan hak siar bernilai miliaran dolar. Menggelar pertandingan di luar negeri, menurutnya, bukan sekadar eksibisi, melainkan bentuk penghormatan kepada penggemar global sekaligus peluang publisitas strategis.

“Kami merayakan Halloween, yang tidak pernah kami rayakan 20 tahun lalu. Kami punya pertandingan NFL. Kami punya pertandingan NBA,” kata Tebas. “Mari kita lihat apakah stadion-stadion kosong dalam 50 tahun dan stadion NBA dan NFL penuh. Karena mereka tidak hanya menghadirkan satu pertandingan, tapi banyak pertandingan.”

Ia menambahkan bahwa liga Amerika tidak datang ke Eropa sekadar untuk berlibur, melainkan untuk menarik penggemar, mengamankan kontrak televisi, dan merekrut generasi muda ke dalam kompetisi mereka. “Dengan kata lain, kami telah membuka pintu ke Eropa. Sebaliknya, kami menutup mereka di sini, di Eropa, ke Amerika Serikat, yang membuka pintu bagi kami.”

Hambatan Regulasi dan Logistik

La Liga sebenarnya telah memperoleh persetujuan dari UEFA dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk menggelar pertandingan di luar negeri pada Oktober 2025. Namun, tantangan logistik dan protes dari asosiasi pemain memperlambat realisasi rencana tersebut.

Penyelenggara pertandingan, Relevant Sports, kemudian menginformasikan perlunya penundaan karena waktu yang tersedia tidak cukup untuk “mengadakan acara sebesar ini dengan benar”.

Ini bukan pertama kalinya La Liga mencoba langkah serupa. Pada 2019, liga tersebut berencana menggelar pertandingan di AS, namun FIFA menegaskan kebijakan bahwa pertandingan liga resmi harus dimainkan di wilayah asosiasi anggota masing-masing. Barcelona pun akhirnya menarik komitmen untuk tampil dalam laga tersebut.

Tebas Soroti Kasus Manchester City

Dalam kesempatan yang sama, Tebas juga menyoroti proses hukum yang sedang berlangsung terkait tuduhan pelanggaran aturan keuangan terhadap Manchester City di Liga Premier Inggris.

City dituduh melakukan lebih dari 100 pelanggaran pada Februari 2023. Meski komisi independen telah mendengarkan kasus tersebut antara September dan Desember 2024, putusan akhir belum diumumkan. Klub tersebut konsisten membantah seluruh tuduhan.

“Ketika Anda berada dalam situasi seperti ini, Anda menciptakan ketidakpastian dan itu merusak citra sebuah institusi,” kritik Tebas. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam menjaga integritas sepak bola profesional.

Pro dan Kontra: Debat Berlanjut

Rencana La Liga menggelar pertandingan di AS menuai pro dan kontra. Pendukung argue bahwa ekspansi global dapat meningkatkan popularitas dan pendapatan liga. Sementara itu, penentang khawatir hal tersebut akan mengganggu keseimbangan kompetisi, membebani pemain, dan mengabaikan suporter lokal yang selama ini menjadi tulang punggung klub.

Ke depan, La Liga perlu menyeimbangkan ambisi komersial dengan prinsip sporting yang adil, serta memastikan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sebelum merealisasikan rencana ambisius ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses