oleh

Lembaga Diniyah Dapat Kucuran Dana, Bupati Sumenep: Untuk Keutuhan NKRI dan Menjaga Agama Allah

PortalMadura.Com, Sumenep – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan bantuan kepada penyelenggara pendidikan diniyah dan guru swasta di salah satu aula hotel, Jl. Trunojoyo, Sumenep, Selasa (3/12/2019).

Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim, kepada perwakilan lembaga pendidikan diniyah dan guru swasta.

Bupati Sumenep dalam sambutannya berpesan agar para penyelenggara pendidikan diniyah untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Adanya pendidikan diniyah, adanya guru-guru yang mengajar dimanapun berada ini di antara tugasnya adalah menjaga agama, iman kita itu yang harus menjadi tujuan pokok dari penyelenggaraan diniah apapun bentuknya,” katanya.

Pihaknya berharap guru madrasah diniyah menjaga agar Sumenep jangan sampai terpecah belah di tengah masyarakat, seperti apa yang terjadi pada negara timur tengah.

“Ini benar-benar harus dijaga, Islam memang terus berkembang tapi harus benar-benar dijaga, karena agama Islam tidak lagi 10 atau 15 tahun yang kemarin, ada banyak paham yang masuk dan ini yang harus dijaga demi keutuhan NKRI,” ujarnya.

Loading...

Pihaknya juga meminta agar pengelola lembaga tidak hanya melihat seberapa besar bantuan dari pemerintah, tapi ini merupakan bagian bersama-sama untuk menjaga agama Allah.

“Mudah-mudahan bantuan ini, bisa memotivasi para guru untuk ikut serta memajukan dan meningkatkan mutu dan kualitas lembaga pendidikan swasta di Kabupaten Sumenep,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bambang Irianto mengatakan, program tersebut sebagai bantuan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kebutuhan mendasar dan pokok bagi santri atau siswa madrasah diniyah, ula-wustho paket A, B, ustad atau guru madrasah diniyah, guru swasta SD, MI maupun MTs.

“Program BPPDGS ini bertujuan untuk mencegah siswa putus sekolah pada jenjang madrasah diniyah, ula-wustho paket A, B, khususnya di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Dikatakan, dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2019 sebesar Rp 6,4 miliar dengan sasaran penerima sebanyak 1.497 lembaga pendidikan diniyah dan guru swasta.(*)


Penulis : Nanik Dwi Jayanti
Editor : Putri Kuzaifah


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar