Madura Diselimuti Cerah Berawan di Tengah Proyeksi Kemarau Panjang 2026 oleh BMKG

Avatar of PortalMadura.com
Madura Diselimuti Cerah Berawan di Tengah Proyeksi Kemarau Panjang 2026 oleh BMKG
Madura Diselimuti Cerah Berawan di Tengah Proyeksi Kemarau Panjang 2026 oleh BMKG

PortalMadura.com – Pulau madura, Jawa Timur, pada Selasa, 16 Juni 2026, umumnya diprediksi akan mengalami kondisi cuaca cerah hingga berawan di seluruh wilayahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan yang menunjukkan tidak ada peringatan dini potensi hujan ekstrem untuk kawasan ini hari ini.

Empat kabupaten di Madura—bangkalan, sampang, pamekasan, dan Sumenep—diproyeksikan menikmati hari yang relatif kering.

Secara lebih rinci, Kabupaten Bangkalan diperkirakan cerah dengan suhu udara berkisar 24°C hingga 32°C.

Kabupaten Sampang juga diprediksi cerah berawan pada pagi hari, berubah menjadi cerah menjelang siang.

Suhu di Sampang akan berada di rentang 24°C sampai 30°C, dengan kelembapan antara 58% hingga 95%.

Begitu pula di Kabupaten Pamekasan, langit cerah berawan akan mendominasi sepanjang hari dengan puncak suhu harian mencapai 32°C.

Sementara itu, Kabupaten Sumenep diperkirakan menjadi wilayah terpanas, berpotensi mencapai suhu maksimal 33°C, meskipun tetap cerah.

Kecepatan angin di perairan utara Madura juga diperingatkan oleh BMKG Maritim agar diwaspadai oleh nelayan dan aktivitas pelayaran.

Untuk hari Rabu, 17 Juni 2026, BMKG Stasiun Meteorologi Trunojoyo memprediksi langit Madura akan kembali cerah tanpa hujan di keempat kabupaten.

Suhu pada Rabu diperkirakan berkisar antara 24°C hingga 32°C, menandakan kelanjutan pola cuaca kering.

BMKG: Proyeksi Kemarau Lebih Kering dan Lebih Panjang di Madura

Pola cuaca cerah ini sejalan dengan prediksi BMKG mengenai musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan akan lebih kering dan panjang.

Fenomena iklim El Nino diprediksi akan terus bertahan hingga awal tahun 2027, memperkuat kondisi kemarau.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa peluang kategori El Nino moderat mencapai 98 persen, dengan kategori kuat sebesar 62 persen.

Dampak terbesar El Nino diperkirakan akan terjadi saat bertemu puncak kemarau, berpotensi berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026.

Madura secara historis dikenal memiliki musim kemarau yang panjang, rata-rata antara dua hingga empat bulan kering setiap tahunnya.

Pada saat kemarau, curah hujan di wilayah ini cenderung rendah, suhu meningkat, dan ketersediaan sumber air tawar menjadi langka.

Dampak Potensial dan Kesiapsiagaan Menghadapi Kemarau

Kondisi kemarau panjang ini membawa potensi dampak signifikan, terutama bagi sektor pertanian yang menjadi mata pencarian utama sebagian besar masyarakat Madura.

Penurunan pasokan air dapat mengakibatkan penurunan produksi pertanian dan kerugian ekonomi yang substansial.

Tidak hanya itu, kemarau juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, seperti dehidrasi dan iritasi kulit akibat suhu panas dan kering.

Menghadapi ancaman ini, anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, telah mendesak Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten di Madura untuk menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Mitigasi diperlukan untuk memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga, khususnya di wilayah yang rentan kekeringan.

Harisandi menegaskan bahwa ancaman kekeringan di Madura bukanlah persoalan musiman semata dan memerlukan respons cepat serta terukur.

Pemerintah daerah diminta untuk memetakan kawasan yang berpotensi krisis air bersih dan menyiapkan pasokan air bagi masyarakat.

Selain itu, masyarakat Madura juga diimbau untuk bijak dalam menggunakan air dan bersiap menghadapi potensi kekeringan.

Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, BPBD, PDAM, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menjamin kebutuhan air bersih terpenuhi selama kemarau.

Tren Cuaca Jangka Pendek: Potensi Hujan di Akhir Juni

Meskipun prediksi jangka panjang menunjukkan kemarau kering, BMKG juga merilis prakiraan cuaca 10 hari ke depan untuk Sampang yang menunjukkan variasi.

Setelah periode cerah berawan pada 16-17 Juni, ada peningkatan peluang hujan.

Pada Jumat, 19 Juni, Madura berpotensi mengalami hujan ringan di malam hari dengan peluang 15%.

Kemudian, pada Sabtu, 20 Juni, peluang hujan meningkat menjadi 35% pada siang hari dan 15% pada malam hari.

Puncak potensi hujan diprediksi terjadi pada Minggu, 21 Juni, dengan kemungkinan badai petir sebesar 35% sepanjang hari.

Kondisi serupa dengan badai petir dan hujan ringan juga diperkirakan berlanjut hingga 26 Juni, dengan peluang hujan antara 15% hingga 45%.

Variasi ini menandakan bahwa meskipun dalam periode kemarau, localized rain atau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses