oleh

Mahasiswa Demo Pertanyakan Sanksi ASN Yang Terbukti Ikut Kampanye

PortalMadura.Com, Bangkalan – Puluhan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP Bangkalan, Madura, Jawa Timur mendesak agar aparatur sipil negara (ASN) yang tidak netral pada Pemilu 2019 mendapat sanksi tegas.

Desakan ini disampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Pemkab Bangkalan, Rabu (10/4/2019). “Kami minta pemerintah tegas dalam memberikan sanksi kepada ASN yang sudah tidak netral,” teriak salah satu orator aksi, Abd. Rahman Wahid.

Loading...

ASN yang dinilai tidak netral adalah tiga oknum ASN yang sudah dinyatakan ikut berkampanye salah satu Capres-Cawapres pada Pemilu 2019 oleh pihak Bawaslu Bangkalan dan hasilnya sudah diserahkan pada pemerintah daerah.

Para mahasiswa juga menuntut pemerintah daerah meningkatkan sistem birokrasi dan memperbaiki kinerja ASN. Mahasiswa menilai, abdi negara di kawasan ujung barat pulau Madura mengabaikan amanah UU RI No. 5 tahun 2014 tentang netralitas ASN.

Mereka juga mempersoalkan rendahnya kedisiplinan. Kondisi tersebut dibutuhkan pengawasan ketat tentang kinerja ASN. “Kami meminta pemerintah untuk mengawasi netralitas ASN dalam kontestasi Pemilu. Dan kami meminta kepada pemerintah agar memperbaiki kinerja ASN, terutama dalam pelayanan publik,” ujarnya.

Kepala Inspektur Inspektorat Kabupaten Bangkalan, Hadari menegaskan, ada sanksi tersendiri bagi ASN yang terbukti melanggar undang-undang (UU).

Pihaknya sudah melakukan langkah konkrit terkait kasus keterlibatan ASN pada kampanye salah satu Capres-Cawapres Pemilu 2019.

“Sudah kami rekomendasikan kepada pihak berwenang agar diputuskan. Dalam hal ini, Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur,” dalihnya.

Penulis : Imron
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar