oleh

Mahasiswa Unija Sumenep Demo Rektor

SUMENEP (PortalMadura) – Puluhan mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Madura, Jawa Timur berunjuk rasa didepan kantor Rektorat setempat, Senin (04/11/13). Mereka meminta pihak rektorat transparan dalam pengelolaan anggaran yang selama ini kurang menguntungkan mahasiswa.

Korlap aksi, Sutrisno menilai, pihak rektorat dan Yayasan Unija, selama ini kurang transparan dalam pengelolaan anggaran. Setiap mahasiswa baru dibebani iuran sebesar Rp150 ribu per mahasiswa. Selama 4 tahun terahir ini, mahasiswa baru setiap tahunnya mencapai 750 orang lebih, jika diakomulasikan iuran mahasiswa mencapai Rp350 juta.

“Namun, hingga saat ini buku diperpustakaan masih belum memenuhi kebutuhan mahasiswa. Uang iuran mahasiswa dikemanakan?, coba lah rektorat lebih transparan, penuhi kebutuhan mahasiswa dibidang peningkatan intelektual,” teriak Sutrisno.

Dia menegaskan, mahasiswa jangan hanya diberi beban untuk membayar, namun kebutuhan mahasiswa juga harus diperhatikan. “Mahasiswa sudah bayar, setiap kegiatan ada biayanya, tapi ternyata rektorat tidak mengalokasikan dana itu untuk kegiatan mahasiswa sebagaimana dibayar pada saat baru masuk,” paparnya.

Loading...

Mahasiswa mengancam, akan menemui rektor guna menyerahkan judul buku yang sangat dibutuhkan mahasiswa, karena selama ini buku yang ada di perpustakaan tidak mengakomudir kebutuhan mahasiswa. “Masak buku diperpus tetap itu-itu saja, jika dalam satu minggu tidak memenuhi janjinya, kami akan datangi rektor lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unija Sumenep, Alwiyah mengakui jika persoalan buku diperpustakaan memang kurang, namun selama dua tahun terahir ini, setiap belanja kebutuhan sudah dibicarakan bersama dengan pihak fakultas, termasuk kebutuhan buku diperpustakaan.

“Kami akui selama ini kami memang belum memenuhi kebutuhan mahasiswa dibidang perpustakaan, tapi kami kan mempunyai program prioritas yakni pembangunan kelas dan laboratorium,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjutnya, untuk transparansi anggaran sebagaimana diminta mahasiswa, pihaknya mengaku tidak semuanya bisa dipublikasikan.

“Ada yang ranahnya Yayasan dan itu tidak bisa dipublikasikan kepada mahasiswa dan ada ranahnya mahasiswa. Tapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk transparan,” pungkasnya. (arif/htn)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar