oleh

Maksimalkan Program, BPP Sambangi Kelompok Tani

PortalMadura.Com, Sumenep – Badan penyuluh pertanian (BPP) Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendatangi kelompok tani yang ada di desa-desa.

Hal itu dilakukan, karena program bantuan dari pemerintah untuk petani, hanya bisa disalurkan melalui kelompok tani yang ada, sehingga BPP perlu memperjelas keberadaan kelompok tani, yang nantinya akan menerima bantuan.

“Sebelum saya mengucurkan program bantuan dari pemerintah kepada petani, terlebih dahulu saya harus memperjelas keberadaan kelompok taninya (calon penerima program) terlebih dahulu, karena jangan sampai program bantuan dari pemerintah itu salah sasaran,” kata Bambang Soetrisno, Unit Pelaksana Teknis (UPT) pertanian Kecamatan Ambunten, saat berkunjung ke Gapokdes Beluk Kenek, Senin (22/6/2015).

Menurutnya, program bantuan yang akan dikucurkan pemerintah kepada petani sangat banyak sekali, bantuan tersebut berupa bantuan bibit, bantuan perbaikan jalan usaha tani (Jitut), bantuan penguatan modal (Puap), serta bantuan alat-alat pertanian.

Sehingga, pihak BPP yang ada di kecamatan, harus intens melakukan sosialisasi program secara menyeluruh kepada kelompok tani di tingkat desa, dengan begitu program bantuan tersebut bisa terserap secara maksimal.

Meski program dari pemerintah sangat banyak, namun pihaknya perlu kehati-hatian dan kejelian dalam memberikan bantuan kepada kelompok tani. Jika salah dalam memberikan program bantuan kepada kelompok tani, imbasnya akan mengena pada yang memberi program, yakni Kepala UPT.

“Resikonya bila salah memberikan bantuan kepada kelompok tani, maka kepala UPT yang akan menjadi sasaran, salah-salah bisa masuk penjara,” bebernya.

Sementara program bantuan dari pemerintah yang akan diberikan pada gapekdes Beluk kenek, adalah program usaha agribisnis pedesaan (PUAP) senilai Rp 100 juta. Dana bantuan tersebut merupakan anggaran tahun 2015, yang sudah bisa segera dikucurkan bila persyaratannya sudah lengkap.

“Tahun ini Desa Beluk kenek memang masuk daftar nominasi sementara (DSN) penerima puap. Makanya kita harus capek datang kesini, untuk menanyakan kesiapan kelompok menerima program tersebut, karena bila kelompok tidak siap akan dialihkan pada desa lain,” timpal Satuni, Penyuluh pertanian Lapangan (PPL) Desa Beluk kenek.(Udin/choir)

Loading...

Komentar