PortalMadura.com– Kemenangan dramatis Manchester United atas Arsenal dengan skor 3-2 di Stadion Emirates, Minggu (25/1/2026) malam WIB, membuka kembali peluang Setan Merah sebagai penantang gelar Liga Inggris musim 2025–2026. Dua analis senior ESPN, Mark Ogden dan James Olley, menilai bahwa meski tipis, kans MU merebut trofi juara masih terbuka.
Dalam laga pekan ke-23 tersebut, United tampil solid di kandang tim puncak klasemen. Tambahan tiga poin mengangkat posisi mereka ke peringkat keempat dengan 38 poin—terpaut 12 angka dari Arsenal yang tetap memimpin dengan 50 poin.
Namun, selisih itu tak lagi dianggap aman. Menurut Ogden dan Olley, ketidakstabilan performa para pesaing utama, termasuk Manchester City dan Aston Villa, serta fokus ganda mereka di kompetisi Eropa dan domestik, memberi celah bagi United yang kini hanya berkonsentrasi pada Liga Inggris.
“MU baru saja mengalahkan dua tim teratas dalam dua laga beruntun. Ini sinyal kuat bahwa mereka bisa bersaing lebih jauh,” tulis Ogden dalam analisisnya di ESPN.
Arsenal dan City, yang biasanya dominan, dinilai tidak tampil meyakinkan dalam beberapa pertandingan terakhir. Sementara itu, pelatih interim Michael Carrick menuai pujian luas atas taktik briliannya yang sukses meredam serangan tuan rumah sekaligus memaksimalkan potensi lini depan United.
Meski target utama klub saat ini adalah mengamankan tiket Liga Champions lewat posisi empat besar, kemenangan atas Arsenal memberi dorongan moral besar. Dengan 15 pertandingan tersisa, termasuk laga kandang melawan Fulham pekan depan, United berpeluang memperkecil jarak bahkan menyalip para rival.
“Kemungkinannya kecil, tapi situasi unik musim ini mungkin justru menguntungkan mereka,” tambah Ogden.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi tamparan bagi Mikel Arteta, yang mengaku “sangat menyakitkan” karena Arsenal gagal mempertahankan performa konsisten menjelang akhir musim—pola yang kerap dianggap sebagai kelemahan mental timnya dalam berebut gelar.
Dengan dinamika klasemen yang semakin ketat dan persaingan terbuka, Liga Inggris 2025–2026 diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir.





