oleh

Mencintai Apa Adanya Hal yang Idealkah untuk di Lakukan? Mari Kita Simak

PortalMadura.Com – Saat menjalin sebuah hubungan kalimat “mencintai apa adanya” kerap kali muncul sebagai komitmen sepasang kekasih.

Kembali lagi pada makna cinta itu sendiri yang berati kasih sayang yang tanpa batas entah itu cinta dari orang tua, sahabat, kekasih atau siapapun itu.

Ketulusan menjadi pendukung utama dari cinta yang terjalin.

Memanglah segala sesuatu didunia ini tidak dapat dibeli dengan materi, akan tetapi memang semua hal butuh materi. Dilema bukan?

Nah, Maka dari itu, Makna mencintai apa adanya sedikit kurang ideal memang kalau konteks pembicaraannya menuju kearah materi atau bagi kalian sepasang kekasih mau melanjutkan ke jenjang yang lebih serius (pernikahan). Karena jika sudah berbicara materi, bukan “apa adanya” yang kita cari, melainkan kita memang harus mencari yang “ada apanya” dalam artian kita harus bekerja keras untuk menyambung hidup kita kedepannya. Kalau menjalin hubungan hanya dengan modal cinta? Kalian mau makan apa? Mari berpikir.

Akan tetapi, makna mencintai apadanya ini tetap berlaku ya guys. Namun juga tidak boleh terlalu berlebihan pastinya, karena nanti akan berujung kepada pengekangan atau pemaksaan kepada pasangan kita.

Berikut 4 alasan tentang mencintai apa adanya tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

Mencintai kekurangannya, bukan sisi buruk yang ada pada dirinya

Menerima pasangan yang memiliki kekurangan dari sisi romantisme atau kepekaan mungkin bukan masalah. Hubungan dengan orang seperti ini bisa saja berhasil dengan kompromi dan keikhlasan dari dua belah pihak. Tetapi haruskah kamu menerima keburukan pasangan yang seharusnya tak ditoleransi? Misalnya saja jika dia suka main tangan atau selingkuh. Tentunya ini bukan hal yang wajar untuk dimaklumi, apalagi diterima dengan ikhlas.

Loading...

Mencintai baik dan buruknya kadang berujung kekerasan

Beberapa orang terjebak dalam hubungan tak sehat yang diwarnai kekerasan fisik atau mental karena menelan mentah-mentah gagasan mencintai apa adanya. Mereka mencoba menutup mata atas kekerasan dari pasangan dengan menjadikan kata-kata ini sebagai pembenaran. Sekali lagi kita harus lebih bijak dalam memaknai frasa ‘cinta apa adanya’.

Keburukan pasangan harus diperbaiki, bukan untuk dicintai atau dimaklumi

Dicintai dengan segala kelebihan dan kekurangan kita merupakan kondisi ideal yang menjadi dambaan sebagian besar orang. Namun kadang keinginan seperti ini juga membuat kita menuntut untuk selalu dipahami tanpa mencoba introspeksi.

Kadang mencintai apa adanya bikin hubungan stagnan

Masih ingat lagu Tulus yang liriknya seperti ini, “Jangan cintai aku apa adanya. Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan.”

Kadang perlu juga untuk menerima kenyataan bahwa kita tidak menyukai satu atau dua hal dari pasangan, terutama jika hal yang tidak kita sukai itu bisa membuat hubungan jalan di tempat atau malah mengalami kemunduran. Tentu saja, setelah itu kondisi harus diubah agar hubungan tetap sehat.

Itulah alasan kenapa kita tidak boleh menelan mentah-mentah gagasan mencintai apa adanya. Jadi, untuk kalian yang sudah berpasangan atau yang masih dalam proses, jangan sampai terjebak dalam gagasan itu ya. Semoga bermanfaat, Jangan lupa jalani hubungan yang sehat dengan pasangan kalian. (merdeka.com/Anek)





Berita PortalMadura
Loading...

Komentar