oleh

Menggunakan Celurit, Adik Kades Diserang Warga Saat Mendata Warga Miskin

PortalMadura.Com, Sumenep – Ach Nuri (28), warga Dusun Gang Asem, Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur dikeroyok warga saat melakukan pemutakhiran data penerima program bedah rumah dan calon penerima raskin 2015, di Dusun Brakas Laok, Desa/Kecamatan setempat, Kamis malam(8/1/2015) sekitar pukul 19.20 Wib.

Akibatnya, korban yang juga adik kandung Kepala Desa (Kades) Guluk-guluk, Moh. Ikbal, mengalami luka bacok serius dibagian lengan kanan, dan telinga sebelah kirinya sobek. Korban di larikan ke Puskesmas Guluk-Guluk untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun tidak berapa lama, korban dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. Moh. Anwar Sumenep, lantaran lukanya sangat serius.Sementara pelaku, yang diduga rival politik Pilkades kakak korban waktu pemilihan kepala desa (Pilkades), langsung buyar usai melukai korban.

“Yang menyatroni korban bukan hanya satu dua orang saja, melainkan ada sekitar 20 orang,” kata Rasyidi (33), warga setempat, yang mengetahui langsung kejadian tersebut, Jumat (9/1/20145).

Loading...

Menurutnya, pelaku yang berjumlah puluhan orang itu, mendatangi korban yang sedang melakukan pemutakhiran data penerima raskin dan bedah rumah di Dusun Brakas Laok, Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Namun saat korban yang didampingi Faidi (40) sepupunya, tiba di rumah Jausi (45), tiba-tiba di datangi pelaku bersama pendukungnya.

Pelaku yang sudah siap dengan senjata terhunus itu, langsung merampas data-data dari tangan korban. Pelaku yang berjumlah sekitar 6 orang itu, langsung membabatkan senjata mereka  ke tubuh korban.

“Kalau yang mendampingi pelaku banyak, cuma yang masuk ke rumah Jausi dan menganiaya korban ada sekitar 6 orang, dengan senjata pisau dan clurit,” bebernya.

Dikatakan, enam pelaku yang merangsek masuk ke rumah Jausi, dan menganiaya korban, adalah inisial M, ML, R, H, MU, dan HR.

Sementara senjata yang melukai tubuh korban, adalah celurit milik pelaku H menggores lengan kanan korban, dan pisau milik ML, merobek telinga kiri korban.

Ditambahkan, sebelum dianiaya korban sempat diusir oleh pelaku, agar keluarga Moh. Ikbal (Kepala desa) tidak menginjakkan kakinya di Dusun Brakas Laok. Karena masyarakat di dusun tersebut tidak mengakui kepemimpinan Moh. Ikbal.(udin/htn)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar