oleh

Mentan RI Manjakan Petani Sumenep Dengan Kartu Tani

PortalMadura.Com, Sumenep – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan siap memanjakan petani Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (6/6/2017).

Hal itu disampaikan dalam acara kunjungan kerja ke Sumenep dalam rangka Peningkatan Luas Tambah Tanah (LTT) Padi, Jagung, Kedelai, dan Launching Kartu Tani Untuk Percepatan Swasembada Pangan.

“Kami datang kesini siap untuk memanjakan para petani Sumenep,” tegasnya.

Dikatakan, launching Kartu Tani, bantuan pupuk, benih, serap gabah dari bulog, siap didistribusikan untuk petani sumenep.

“Ini sebagai upaya pemerintahan Bapak Jokowi-JK untuk mensejahterakan masyarakat petani. Kami hadir ditengah-tengah masyarakat memberikan solusi. Jangan biarkan petani jalan sendiri, kita harus layani mereka,” itu perintah Presiden,” ungkapnya.

Kepemimpinan Bapak Jokowi-JK, sangat jelas dari sektor pencapaian pertanian. “Ini perlu diapresiasi, dan harus ditingkatkan,” ujarnya.

Loading...

Sementara, Bupati Sumenep, A.Busyro Karim, mengaku siap untuk menjalankan amanah pemerintahan Presiden Jokowi dalam rangka mendampingi para petani.

“Selama ini, para petani kita sudah diperhatikan, dan memang kita kedepankan, terutama serapan gabah yang ditergetkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto, mengaku siap untuk melayani masyarakat petani.

“Program kartu tani merupakan inovasi, karena dengan adanya kartu tani, para petani dapat merasakan inovasi teknologi,” ujarnya.

Bambang mengaku sudah ada rapat internal dari beberapa instansi. Dengan adanya kerjasama institusi tersebut petani dapat dengan mudah mendapatkan pinjaman modal, semisal untuk membeli pupuk dan benih.

Bantuan dari Mentan yang sudah siap didistribukan kepada para petani ada handtraktor 66 unit, pompa air 50, dan mesin panen padi 3 buah, serta bantuan lainnya.

“Jadi petani tidak perlu susah dalam pengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian,” pungkasnya.(Bahri/Har)



Komentar