oleh

Merasa Dicatut dalam Bagi-bagi Proyek, Wartawan Sampang Ancam Lapor Polisi

PortalMadura.Com, Sampang – Sejumlah wartawan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengaku kaget dan geram lantaran namanya dicatut sebagai penerima proyek. Hal itu, terkuak setelah beredarnya data bagi-bagi paket proyek tahun anggaran 2017.

Mereka yang merasa dirugikan berencana membawa kasusnya ke ranah hukum. Pencatutan nama dinilai merusak nama baik sebagai fungsi kontrol masyarakat yang bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya.

“Data ploting proyek yang beredar itu, di dalamnya tercantum persis nama saya beserta profesinya,” ungkap wartawan media elektronik koresponden Sampang, Kamaludin, Sabtu (27/1/2018).

Kamal sapaan akrabnya, menyatakan bahwa namanya sudah jelas dicatut pada pembagian proyek Penunjukan Langsung (PL) di Kabupaten Sampang.

“Sangat jelas, atau murni pencatutan nama. Saya tidak pernah bekerja proyek dimaksud. 15 tahun menjalankan profesi dunia jurnalistik, tidak pernah bekerja proyek. Karena tetap harus menjaga independensi dan imparsialitas wartawan,” terangnya.

Tidak terima dengan perlakuan yang menimpanya, secara tegas ia bersama korban pencatutan lainnya akan melaporkan kepada polisi agar terungkap siapa dalang dibalik kasus tersebut.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto menyampaikan, belum ada pasal spesifik yang mengatur tindak pencatutan nama dalam KUHP. Namun, pencatutan nama mengandung unsur penipuan yang tertera di pasal 378 KUHP.

“Karena mengatasnamakan nama palsu. Tentunya, keadaan palsu demi keuntungan dirinya sendiri atau orang lain. Akan tetapi, apabila dibuat kejahatan tetap ada pidananya,” katanya.

Sebelumnya, pencatutan nama wartawan koresponden Sampang, pada paket proyek dibenarkan oleh Bupati Sampang, Fadhilah Budiono. (Rafi/Putri)



Komentar