Moms, Anda Ingin Menyapih Si Kecil? Lakukan 7 Langkah Ini

Cara menyapih si kecil
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Sebagai seorang ibu, butuh kesiapan yang ekstra untuk menyapih si buah hati. Selain itu, sebagai istri harus juga sepakat dengan suami saat akan mengambil keputusan untuk si kecil. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan cara-cara penuh cinta saat akan menyapih.

Sebelumnya banyak cara ektrim yang dilakukan orang tua saat akan menyapih, salah satunya yaitu mengolesi sesuatu di puting sehingga menakuti atau membuat rasanya aneh. Saat ini ada beberapa pilihan yang lebih penuh cinta yang bisa dilakukan bunda waktu akan menyapih. Apa saja?.

Berikut penjelasannya:

Beri Cukup Waktu
Memberikan waktu yang cukup (tidak tiba-tiba) dan bertahap membuat proses penyapihan berjalan dengan tanpa melukai perasaan siapapun. Bagi anak, memberikan waktu yang bertahap membuat ia cukup mengerti situasi yang terjadi.

Karena itu, memberi waktu yang bertahap dan cukup akan dapat mengatasi hal ini. Jika dalam proses penyapihan ini payudara ibu terasa tidak nyaman, misalnya jadi over supply dan sedikit bengkak, maka perah secukupnya saja sampai kondisinya lebih nyaman. Memerah sebagaimana biasanya malah membuat supply ASI terus terjaga.

Siasati Waktu Makan
Pada siang hari, alihkan perhatian anak dari menyusu dengan banyak beraktivitas dan makan siang yang bervariasi. Misalnya tawarkan membuat makanan lalu menikmatinya bersama. Jika pun anak tetap meminta menyusu, buatlah perjanjian misalnya boleh menyusu setelah makan siang selesai.

Tetap Ajak Bicara
Anak-anak dapat mengerti apa yang disampaikan orang tua sekalipun ia tidak dapat semudah itu mengutarakannya. Walau begitu, tetap sampaikan dengan suasana yang penuh kemesraan dan kelembutan, sehingga anak tetap merasa disayangi walau aktivitas menyusu itu dihentikan suatu saat nanti. Saat menyampaikan tentang hal ini, ibu dan ayah atau keluarga bisa menyampaikan dengan buku cerita, boneka, atau apa saja, yang penting disampaikan dengan gembira, sehingga anak juga lebih bisa menerima informasinya dengan baik.

Batasi Waktu Menyusu
Jika Anda terbiasa memberikan ASI sampai anak tertidur, dalam proses penyapihan Anda dapat mulai memberikan batas waktu menyusu pada anak.

“Misalnya dengan ‘oke, waktunya kita main’. ‘Sudah yuk nenennya, kita kan mau jalan-jalan’. Biasanya anak-anak pada usia toddler sudah bisa dialihkan dengan aktivitas lain yang terdengar sama menyenangkannya dengan menyusu,” ungkap wanita yang juga instruktur pijat bayi bersertifikat internasional (Certified Infant Massage Instructor) ini.

Menyiasati Menyusu dan Waktu Tidur, serta Menyusu Malam Hari
Umumnya, ketika proses menyapih, menyusu menjelang waktu tidur dan menyusu di malam hari seringkali dikeluhkan sebagai tahapan yang paling sulit dilalui. Untuk itu, amati waktu-waktu anak tertidur, dan sesuaikan waktu makan tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dari waktu tidur.

Selain itu, buat anak nyaman dengan aktivitas lain selain menyusu. “Misalnya membelainya sambil bernyanyi, membacakan cerita, atau sekedar membiarkannya memeluk dada ibu tanpa perlu menawarkan menyusu,” papar Mia.

Untuk terbangun di malam hari, saatnya sang ayah atau anggota keluarga yang dekat dengan anak yang membantu mengatasi hal ini dengan menenangkannya dan atau menawarkan ASI perah atau air minum.

“Kalaupun anak tetap meminta ibunya yang menenangkan, peluk dan tenangkan beri kenyamanan tanpa menawarkan untuk menyusu. Lambat laun kita akan melihat perubahan dan sikap penerimaan anak pada momen-momen ini,” ungkap konselor yang kini tinggal di Swiss.

Ubah Kebiasaan Berpakaian Ibu dan Kegiatan Rutin Anak
Jika ibu terbiasa memakai baju-baju menyusui, maka pada proses menyapih, ibu dapat mulai kembali berpakaian yang tidak khusus untuk ibu menyusui.

“Mulai kembali memakai pakaian yang tidak terlalu memudahkan akses anak kepada payudara. Juga hindari untuk tidak berpakaian dihadapan anak, selain mengajarkan kesopanan, juga membantu anak tidak melihat langsung payudara ibu dan ingat untuk menyusu,” imbuh Mia.

Selain itu, ibu juga bisa sedikit mengubah rutinitas anak dengan menambah kegiatan-kegiatan baru, misalnya mengajaknya ke tempat bermain, bermain bersama tetangga, mengunjungi rumah saudara, berenang atau olahraga bersama, dan lain-lain. Diharapkan dengan mengubah kegiatan rutin ini, anak menjadi lupa ia perlu menyusu dan kalaupun lapar dan haus ia akan memilih makan dan minum saja.

Tetap Penuhi Kebutuhan Anak Untuk Mengisap
Karena terbiasa menyusu, maka anak-anak pun terkadang tetap senang dengan kegiatan mengisap atau “sucking”. “Mulai kenalkan anak pada botol minuman saat minum jus, air putih, atau asi perah. buat es loli dari ASIP, yogurt, atau buah segar,” kata Mia.

Beri ia waktu sesuai kesiapannya juga untuk benar-benar tidak menyusu pada ibu. (haibunda.com/Desy)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.