oleh

Moms, Kenali 5 Cara Cerdas Atasi Cadel pada Si Kecil

PortalMadura.Com – Fenomena seseorang yang tidak mampu mengucapkan kata-kata huruf tertentu dengan jelas, yaitu disebut cadel. Hal ini tentu saja bisa membuat kepercayaan diri mereka menurun dan memberikan dampak pada kehidupan sosialnya.

Perlu orang tua ketahui, bahwa cadel dapat disebabkan karena penggunaan dot atau empeng, tongue-tie (ankyloglossia), dan lidah terlalu menjorok ke luar gigi. Kebiasaan mengisap dot saat bayi bisa membuat lidah si Kecil terdorong ke depan, di antara gigi. Kebiasaan ini dapat membuatnya kesulitan mengucapkan huruf ‘S’ dan ‘Z’.

Sementara itu, penyebab anak cadel lainnya yaitu tongue-tie terjadi ketika jaringan yang menempel di lidah hingga bagian bawah mulut terlalu pendek. Gangguan yang bisa saja muncul saat si Kecil lahir ini membatasi pergerakan lidah saat berbicara.

Maka dari itu, berikut ini lima cara singkat untuk atasi cadel pada si Kecil:

Ajari si Kecil Mengucapkan Kata-kata
Hal ini perlu diajarkan, khususnya kata-kata berisi huruf yang tidak bisa dia ucapkan dengan jelas berkali-kali dan sesering mungkin.

Cegah Anak Mengisap Ibu Jari
Segera lepas tangannya dari dalam mulut karena hal ini bisa memicu cadel.

Dorong si Kecil Bermain Mainan yang Dapat Melatih Kekuatan Motorik Mulutnya
Orang tua bisa mengajak si Kecil bermain meniup gelembung air sabun dan meniup terompet mainan.

Usahakan agar Anak Selalu Minum dengan Sedotan
Diketahui, gerakan mengisap dengan sedotan dapat melatih kekuatan motorik mulut anak.

Latih si Kecil untuk Merapatkan Gigi Atas dan Bawah saat Mengucapkan Huruf ‘S’.
Gunakan bantuan cermin agar anak cepat paham dan ingat cara melakukannya. Anak yang cadel dapat dibawa ke tempat terapi wicara. Orang tua juga dapat memeriksakan anak dengan dokter spesialis. Dokter dapat saja merekomendasikan operasi frenuloplasty sebagai langkah penyembuhan tongue-tie.

Selain itu, hindarilah pemakaian dot pada bayi dan balita. Jika perlu, pilih dot yang dikemas khusus untuk bayi baru lahir.

Dot jenis ini biasanya berukuran lebih kecil dari pada dot biasa, lebih lembut, dan kurang berdampak negatif pada kemampuan bicara anak kelak. Saat usia si Kecil menginjak 18 bulan, Moms harus sebisa mungkin mengurangi pemakaian dot. (kumparan.com/Salimah)