oleh

Orang Tua Sering Ikut Campur Urusan Rumah Tangga? Atasi dengan 3 Cara Ini

PortalMadura.Com – Pasangan suami istri (Pasutri) pasti tidak ingin ada orang lain yang ikut mencampuri urusan rumah tangganya, meskipun itu orang tua atau mertua sendiri. Sebenarnya niat orang tua atau mertua ikut campur urusan keluarga anak-anaknya itu baik, namun terkadang tidak sama persepsi dan pasutri bisa semakin kesal.

Oleh karena itu, jika Anda merasakan orang tua atau mertua ikut campur dalam rumah tangga tangga Anda sebaiknya lakukan beberapa hal ini. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com yang dikutip dari berbagai sumber. Lantas, hal apa yang perlu Anda lakukan?

Berikut ini ulasannya:

Satukan Suara dengan Pasangan

Dalam pernikahan, Anda dan pasangan merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu, semua hal yang Anda berdua lakukan terutama dalam menghadapi orangtua harus satu suara. Artinya Anda dan pasangan harus lebih dulu menyepakati suatu hal secara bersama-sama tanpa ada pihak yang merasa keberatan.

Pertama-tama, tanyakan pada pasangan mengenai perasaannya ketika orang tua Anda atau orang tuanya terlalu ikut campur urusan rumah tangga berdua.

Setelah mengetahui perasaan masing-masing, diskusikan apa yang sekiranya bisa dilakukan untuk menghentikan hal ini. Anda dan pasangan perlu membuat batasan kira-kira mana hal yang boleh dicampuri dan mana yang tidak.

Diskusikan juga pada pasangan kira-kira bagaimana cara tepat menyampaikan batasan ini pada orangtua. Jangan sampai orangtua atau mertua merasa tersinggung hanya karena cara penyampaian yang kurang tepat.

Sebagai contoh “Bu, aku dan istri udah sepakat untuk masukin anak ke sekolah negeri, bukan sekolah swasta seperti yang ibu mau. Pertimbangannya karena kita merasa ….. Tapi, nanti kita akan tetap coba mendaftarkan anak ke sekolah pilihan ibu, kok.”

Ketika Anda dan pasangan sudah kompak satu suara, tidak ada lai alasan untuk orang tua memaksa kehendaknya.

Baca Juga: Tiga Warga Sumenep Diringkus Polisi di Dua TKP

Mendekatkan Diri pada Orangtua atau Mertua

Ketika Anda sudah keki melihat orang tua suka ikut campur urusan rumah tangga anaknya, jangan justru menjauhinya.

Anda mungkin merasa menajuhi orang tua bisa membuat mereka berhenti ikut campur. Akan tetapi, hal ini malah akan membuat hubungan Anda dengan mereka merenggang. Sebaliknya, Anda perlu terus berusaha mengakrabkan diri.

Kenali karakter orangtua dan mertua Anda lebih jauh. Dengan mengenal mereka lebih dalam, Anda akan menemukan celah bagaimana cara tepat untuk menghadapinya.Selain itu, ketika Anda lebih dekat dengan mertua dan orangtua, Anda akan lebih mudah memberikan pengertian padanya.

Kedekatan ini perlu terus dibangun untuk menunjukkan bahwa Anda peduli dan menyayanginya. Di lain sisi, beri pengertian pada mereka bahwa Anda ingin menjalani rumah tangga dengan usaha sendiri.

Katakan juga bukan berarti Anda tidak sopan tetapi lebih pada ingin belajar berumah tangga bersama pasangan. Katakan pada orangtua bahwa Anda akan meminta bantuan jika memang memerlukannya.

Kendalikan Emosi di Depan Orang Tua

Sangat wajar jika Anda merasa kesal saat orang tua atau mertua Anda selalu ikut campur urusan rumah tangga. Apalagi jika sudah menyangkut pola asuh anak. Akan tetapi, Anda tetap harus menahan diri untuk tidak meluapkan emosi di depan orangtua atau mertua.

Lalu, bagaimana cara meredam emosi yang tidak tertahankan? Ingat saja bahwa apa yang dikatakan oleh orang tua atau mertua Anda hanyalah pendapat alias masukan. Artinya, tidak semua yang mereka katakan harus selalu dituruti. Ingat, Anda dan pasanganlah “bintang utama” dalam rumah tangga sendiri. Anda berdualah yang paling tahu baik buruknya satu sama lain.

Jadi, jangan terlalu mengambil pusing tentang apa kata orang tua atau mertua Anda. Di sisi lain,Anda juga perlu memiliki argumen yang kuat dan masuk akal untuk “menolak” apa yang mertua atau orang tua Anda sarankan jika tidak sesuai.

Pasalnya, salah satu alasan turut campurnya orang tua dalam rumah tangga anak karena mereka merasa tahu mana yang terbaik. Dengan argumen yang jelas dan berdasar, orang tua tidak akan memaksa Anda untuk mengikuti apa yang menurutnya benar.

Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: okezone.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar