oleh

Pada Jam Yang Sama 3 Lokasi Mencuat Isu Penculikan Anak, Pria Diduga ‘Setres’ Diamankan

PortalMadura.Com, Sumenep – Isu penculikan anak semakin mencuat di wilayah hukum Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hampir satu bulan sudah isu tersebut semakin ramai diperbincangkan, seakan energi masyarakat hanya terkuras dengan isu itu. Baik siang maupun malam hari.

Bahkan, malam ini, Jumat (17/3/2017) pada pukul 19.00 WIB, isu serupa justru mencuat di tiga lokasi berbeda.

Anehnya, isu tersebut terjadi pada jam yang sama. Warga pun mengamankan pria yang berpenampilan stres (kurang ingatan).

Pertama, warga Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, mengamankan seorang pria mundar-mandir di depan rumah kepala desa setempat.

Anggota Polsek Dasuk, Sumenep, segera mengamankan pria yang membawa tas berisi beberapa atribut, antara lain, atribut TNI dan atribut SDN Kedundung 2, Mojokerto.

“Saat diintrogasi, bilang dari Mojokerto dan logat jawa,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, pada PortalMadura.Com.

Pada polisi, pria itu mengaku datang ke Sumenep sejak hari Jum’at, tanggal 17 Maret 2017 sekira pukul 15.00 WIB dengan naik Bus dari Surabaya.

“Tujuannya untuk mencari anak perempuannya yang bernama Poniti hasil menikah dengan perempuan Sumenep. Tapi, sesekali bicaranya ngelantur,” katanya.

Lokasi kedua, warga digegerkan dengan seorang pria tak dikenal berada di sebuah gardu, dekat rumah Kepala Desa (Kades) Bilapora Barat, H. Sukar, Kecamatan Ganding.

Polisi setempat bergerak cepat mengamankan pria tersebut dan dilakukan introgasi. “Yang bersangkutan hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan serta bicaranya ngelantur,” terang Suwardi.

Loading...

Kedua pria aneh tersebut diamankan ke Polres Sumenep untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kala itu, massa juga sudah berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya.

Dilokasi ketiga, seorang pria mengenakan sarung kotak-kotak dan berkerudung putih tiba-tiba muncul di halaman rumah warga Dusun Gerubuk, Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-batang, Sumenep.

“Ini agak aneh, karena seorang pria menggunakan kerudung putih dan menghampiri tiga orang anak yang sedang bermain di halaman rumah warga,” terang salah seorang warga Legung, Batang-batang, Arif, pada PortalMadura.Com, via telepon.

Dengan gelagat dan berpenampilan aneh, warga yang mengetahui langsung mengejar orang tersebut. Sayangnya, ia lolos dari kepungan warga.

Peristiwa tersebut juga menyedot perhatian masyarakat setempat. Aparat desa turun langsung. Bahkan, dilaporkan aparat kepolisian juga mengecek tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

Catatan PortalMadura.Com, peristiwa serupa sudah melanda beberapa kecamatan di wilayah hukum Kabupaten Sumenep, diantaranya, Kecamatan Pragaan, Ganding, Guluk-Guluk, dan Rubaru dan wilayah Kecamatan Batang-batang sudah tiga kali terjadi.

Banyak kalangan bertanya, benarkah mereka gila? adakah keterlibatan pihak tertentu untuk menciptakan situasi Sumenep resah? atau hanya kebetulan?. Kenapa masyarakat dihantui dengan isu penculikan anak?. Atau jangan-jangan memang benar ada pelaku penculikan anak.

Dari catatann pihak kepolisian, sejak munculnya isu penculikan anak, tidak ada kasus yang dilaporkan secara resmi bahwa sudah ada anak hilang.

Sebelumnya, Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora memastikan, bahwa tidak ada penculikan anak di wilayah hukum Sumenep.(Hartono)




Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar