oleh

Panglima TNI Minta Satuan Siber TNI Cegah Ancaman Teroris Seperti di Selandia Baru

PortalMadura.Com, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta Satuan Siber TNI (Satsiber TNI) untuk bisa memprediksi serangan teroris yang tidak terprediksi.

Saat meresmikan Satsiber TNI, Hadi Tjahjanto mencontohkan serangan teroris yang tidak terprediksi tersebut salah satunya yakni penembakan yang terjadi di dua masjid di wilayah Christchurch, Selandia Baru.

“Diharapkan mampu memprediksi atau meramalkan apa yang terjadi walaupun secara terbatas dengan menganalisis jejak digital yang terjadi di dunia maya”, ujar Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta Timur pada Senin.

Loading...

Menurut dia peristiwa di Selandia Baru tersebut dapat dikaitkan dengan salah satu teori yang ditulis oleh Nassim Nicholas Taleb yakni Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam).

“Teori tersebut menyatakan bahwa peristiwa langka memiliki dampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan biasa,” jelas dia. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (18/3/2019).

Panglima TNI menyampaikan bahwa ada 4 (empat) fungsi yang harus dimiliki Siber TNI yaitu deteksi, proteksi, recovery.

Dia juga mengingatkan agar Satsiber TNI tersebut bisa melindungi dan mempertahankan infrastruktur kritis TNI.

“Jangan sampai digunakan untuk mengambil data dan mengawasi kita ataupun menjadi ancaman terjadinya kelumpuhan dalam sistem Siber TNI”, tegas dia.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar