oleh

Pasar Pakong Pamekasan Ludes Tak Tersisa

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kios dan toko di Pasar Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur akhirnya ludes tak tersisa. Dua unit pemadam kebakaran (Damkar) tak mampu melokalisir api. Pihak pemadam kebakaran sulit mendekati ke titik api.

Warga yang ikut membaur membantu pemadaman dengan menggunakan alat seadanya, juga sia-sia. Api terus membubung. Sebagian pedagang berhasil menyelamatkan barang-barang dagangannya. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Semua kios dan toko habis terbakar. Tinggal puing-puingnya saja,” kata Ali Sadikin, salah seorang saksi mata dilokasi kejadian pada PortalMadura.Com melalui telepon, Kamis (30/10/2014) dini hari.

Ia menjelaskan, Pasar Pakong cukup besar, karena satu-satunya pasar yang ada diwilayah Kecamatan Pakong. Ada 6 pintu utama untuk masuk ke dalam pasar. “Panjang pasar itu kira-kira 150 meter, dengan lebar 75 meter. Kios itu ditempati pedagang dengan cara diberi pembatas (diskat),” terangnya.

Berbagai macam dagangan digelar oleh pedagang di dalam kios tersebut, semisal ikan, lauk pauk, kain dan segala kebutuhan sehari-hari.

Pasar Pakong merupakan pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan mempunyai letak yang stategis, yaitu berada di jalur lintas kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Pakong, Waru, Batu Bintang, Palengaan dan Galis (Keppo) serta sentra pasar hewan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

“Pemadam kebakaran sulit masuk kelokasi. Hanya bisa nyemprot air dari jarak jauh. Makanya, api sulit dilokalisir,” imbuh Zainal Abidin, mantan Anggota DPRD Pamekasan yang ada dilokasi kebakaran.
Warga setempat baru mengetahui jika Pasar Pakong terbakar sekitar pukul 00.30 Wib dengan kondisi api sudah membubung.(reiza/htn)



Dapatkan Aplikasi PortalMadura.com

aplikasi portal madura
Loading...
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.