oleh

Pasca Pelantikan DLM & BEM, Mahasiswa Unija : Kami akan melangkah demi kemajuan Unija

PortalMadura.Com, Sumenep – Pelaksana Tugas (Plt) pengurus Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun 2019 telah dilantik oleh Rektor Unija, Sjaifurrachman.

Namun, pihak lain merasa penting untuk melakukan langkah-langkah pasca pelantikan tersebut. Salah satunya, Presma Unija masa bakti 2018-2019 dan DLM masa bakti 2018-2019. Mereka akan melakukan langkah-langkah yang dinilainya perlu dilakukan demi kemajuan Unija itu sendiri.

“Setidaknya, ada empat langkah yang akan kami lakukan. Bila tahap pertama tidak membuahkan hasil baru ke tahap berikutnya,” tegas Ketua Presma masa bakti 2018-2019, Anas Syafi’i, saat berkunjung ke PortalMadura.Com, Sabtu (1/6/2019) malam.

Empat langkah dimaksud adalah akan melakukan audensi dengan pihak rektorat. Menurut Anas, sapaan akrab Anas Syafi’i, ada yang perlu diluruskan tentang proses hingga adanya pelantikan kepengurusan Plt DLM dan BEM Unija 2019.

“Kami akan mengirimkan surat permintaan audensi itu terlebih dahulu pada rektor. Ini penting dilakukan demi kemajuan Unija ke depan,” ucapnya dan ditimpali anggukan tanda setuju dari Maksudi, Sekjen DLM masa bakti 2018-2019 saat berkunjung ke Redaksi PortalMadura.Com.

Bila keinginan audensi dengan rektor tidak dikabulkan atau tidak menemukan solusi cerdas untuk kemajuan Unija, pihaknya bersepakat bersama DLM masa bakti 2018-2019 akan membawanya ke BEM Nusantara dan Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI).

Loading...

“Ya, kita akan lakukan ini,” ujar Maksudi, Sekjen DLM masa bakti 2018-2019 menimpali kembali.

Anas Syafi’i yang merasa belum mendapatkan ruang untuk komunikasi dalam rangka menyampaikan aspirasi mahasiswa dengan pihak rektorat Unija, juga berkeinginan menyampaikan ‘kejanggalan’ dalam proses dan tahapan pelantikan Plt DLM dan BEM Unija tahun 2019 pada pihak Kopertis Wilayah VII.

Bahkan, pihaknya akan menyampaikan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti). “Empat langkah ini yang bisa kami lakukan untuk menyikapi persoalan di Unija,” tandasnya.

Kenapa harus melakukan ini?

Ketua Presma masa bakti 2018-2019, Anas Syafi’i menyampaikan, SK yang dimiliki kepengurusan DLM dan BEM masa bakti 2018-2019 adalah berakhir tanggal 9 Mei 2019.

Sebelum berakhir, berdasarkan pemberitahuan Pembantu Rektor (PK) III tanggal 25 April, bahwa kepengurusan segera berakhir. “Maka kami menggelar sidang istimewa pada 27 April 2019,” terangnya.

Hasil dari sidang istimewa tersebut, salah satu poin penting adalah disepakati perpanjangan SK kepengurusan hingga akhir tahun 2019. “Artinya, tidak disepakati adanya Plt. Dan hasil sidang istimewa itu kami kirimkan ke rektor. Namun ditolak,” urainya.

Pihaknya bersama DLM masa bakti 2018-2019 merasa ada yang ‘janggal’, karena sebelum semuanya clear sudah ada pelantikan Plt DLM dan BEM tahun 2019. “Makanya, kami perlu audensi untuk langkah awal sebelum bergerak lebih jauh. Ini semua untuk Unija ke depan,” pungkasnya.(*)


Penulis : Nanik Dwi Jayanti
Editor : Putri Kuzaifah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar