oleh

PBB Peringatkan Konsekuensi Bencana di Gaza

PortalMadura.Com, Washington – Koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah menyatakan keprihatinan bahwa kekerasan di Gaza dapat menyebabkan konsekuensi yang menghancurkan, Selasa.

“Saya khawatir bahwa kita mungkin, sekali lagi, menghadapi eskalasi kekerasan yang sangat berbahaya di Gaza, dengan konsekuensi yang berpotensi bencana,” kata Nickolay Mladenov kepada Dewan Keamanan PBB. dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (27/3/2019).

“Dua hari terakhir menunjukkan seberapa dekat kita di ambang perang sekali lagi,” tambah Mladenov.

Mladenov, yang juga menjabat sebagai perwakilan pribadi Sekretaris Jenderal PBB untuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Otoritas Palestina, mengatakan penembakan roket oleh Israel melanggar hukum internasional dan harus dihentikan.

Militer Israel melancarkan gelombang serangan udara di Jalur Gaza menyusul tembakan roket yang melukai tujuh warga Israel di utara Tel Aviv.

Tentara juga meluncurkan rudal pertahanan di sejumlah lokasi di seluruh Negeri dan dua brigade infanteri di sepanjang zona penyangga.

Hamas pada Senin malam mengumumkan bahwa Mesir telah berhasil mengamankan gencatan senjata antara Israel dan faksi-faksi yang berbasis di Gaza.

Namun, sejumlah pejabat Israel membantah adanya kesepakatan gencatan senjata dengan faksi yang berbasis di Gaza.

Mladenov mendesak semua faksi Palestina untuk bekerja sama dengan Mesir dalam rangka mengimplementasikan perjanjian Kairo 2017, yang jika diberlakukan, akan memberikan kontrol kepada Otoritas Palestina atas Jalur Gaza, sebagai imbalan atas pengakhiran sanksi yang diberikan pada Gaza.

Hamas telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007, setelah merebut wilayah itu dari Fatah.

Mladenov kemudian menyatakan keprihatinan tentang kurangnya kemajuan pada solusi dua Negara antara Israel dan Palestina, yang sejalan dengan resolusi PBB.

“Tidak ada alternatif yang layak untuk solusi dua Negara. Menciptakan kondisi bagi para pihak untuk kembali ke negosiasi tetap penting,” ujar dia.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar