oleh

PCNU Sampang Tolak Rencana Kemendikbud KBM 8 Jam

PortalMadura.Com, Sampang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak setuju dengan rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhadjir Effendy, yang akan menerapkan pola pendidikan belajar mengajar (KBM) 8 jam pada hari Senin hingga Jumat.

Sekretaris PCNU Sampang, KH Mahrus Zamrani menilai, pola pendidikan baru tersebut bakal berdampak negatif pada pendidikan Madrasah Diniyah (MD).

“Jika diterapkan, Mendikbud benar-benar telah menafikan keberadaan Madrasah Diniyah yang ikut berperan membina moral anak bangsa selama ini. Jadi, kami dari PCNU Sampang menolak keras atas wacana tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, meski dalam wacana, Disdik akan menerapkan pelajaran Diniyah, hal itu diyakini tidak akan berjalan maksimal.

Loading...

“Madrasah Diniyah itu para pengajarnya merupakan Asatidz yang mumpuni dibidang keagamaan. Jadi, pemerintah perlu maksimalkan diklat pembelajaran keagamaannya, agar nanti pelajaran diniyah yang disampaikan juga maksimal,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengungkapkan sedang menyusun aturan baru untuk guru.

Aturan baru tersebut, berupa proses belajar mengajar di sekolah harus diselenggarakan minimum 8 jam dalam sehari, namun ditiadakan pada Sabtu dan Minggu.

Pada akhir pekan Sabtu-Minggu itu, sekolah tak boleh menggelar kegiatan belajar mengajar, namun boleh melangsungkan kegiatan-kegiatan tambahan atau ekstra kurikuler seperti Pramuka dan lain-lain.(Lora/Har)





Berita PortalMadura
Loading...

Komentar