oleh

Pedagang Mulai Protes Rencana Pembangunan Pasar Tanah Merah Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Rencana pembangunan pasar Tanah Merah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur mulai mendapat protes dari para pedagang.

Mereka yang tergabung dalam persatuan sahabat pedagang (PSP) pasar Tanah Merah, hari ini, Rabu (10/7/2019) mendatangi kantor DPRD setempat.

Mereka mempertanyakan rencana pembangunan pasar Tanah Merah yang tidak diawali dengan sosialisasi oleh pemerintah sehingga para pedagang tidak tahu soal pembangunan pasar.

“Kami tidak tahu. Tiba-tiba kemarin ada petugas yang mengukur luas lahan pasar. Dan kami hanya mendengar katanya mau di bangun pada bulan Agustus,” terang koordinator pedagang pasar Tanah Merah, Bangkalan, Arif Rahman Hakim.

Para pedagang sudah berusaha mencari kebenaran informasi rencana pembangunan pasar tersebut kepada kepala pasar, namun tidak ada respon.

Menurutnya, semua pedagang belum siap jika harus pindah selama proses pembangunan pasar berlangsung.

Jika pembangunan pasar tetap harus dilakukan, para pedagang juga menuntut ukuran bangunan atau kios yang akan di tempati sama dengan yang sudah di tempati pedagang saat ini.

“Sekarang ukuran kios 4×8 m2. Iya harus segitu juga. Kalau tidak seperti itu, kami menolak pembangunan pasar. Aplagi ukurannya di samakan antara yang satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Bangkalan, Azis mengaku akan menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh pedagang pasar Tanah Merah.

Loading...

“Semua aspirasi kami tampung dan nantinya akan disampaikan kepada dinas terkait bahwa ada keluhan maupun aspirasi dari pedagang,” katanya saat menemui para pedagang di aula banggar DPRD.

Menanggapi belum adanya sosialisasi, ia menjelaskan, saat ini dalam tahap perencanaan dan menunggu persetujuan dari kepala daerah.

“Apabila nantinya semua sudah matang pasti ada sosialisasi kepada para pedagang,” jelasnya.

Sementara, Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Bangkalan, Sutanto menjelaskan, pembangunan pasar Tanah Merah harus melalui tahapan yang sudah ditentukan.

“Saat ini masih dalam tahap perencanaan, kalau dalam Minggu selesai pasti Minggu depannya kami melakukan sosialisasi,” katanya via telepon.

Untuk ukuran kios, pihaknya merujuk pada aturan yang ada, yakni tetap sama dan tidak boleh ada perbedaan antar pedagang.

“Kalau ukuran 4×3 meter iya, semua pasti ukuran seperti itu,” ucapnya.

Ancaman penolakan dari pedagang, pihaknya menyebutkan tidak ada hubungannya dengan rencana dinas, melainkan sudah rana aparat keamanan.

Namun, Ia tetap meminta para pedagang harus saling memahami sehingga tidak ada yang diuntungkan atau yang dirugikan.

“Kalau mau ditolak ya silahkan. Hal yang seperti itu sudah biasa terjadi setiap adanya pembangunan pasar,” dalihnya.(*)


Penulis : Imron
Editor : Nurul Hijriyah
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar