PortalMadura.Com, Bangkalan – Banyaknya toko modern di wilayah Bangkalan, Madura, Jawa Timur mulai dikeluhkan warga setempat.
Salah satunya, Moh Kurdi (43), pemilik toko yang berlokasi di perumahan daerah (Perumda) Bangkalan.
Ia mengeluhkan toko modern seperti Indomaret dan Alfamart yang berdampak kurang baik pada pemilik toko tradisional.
“Ini membuat toko tradisional bisa tidak laku (mati). Bahkan, pembeli enggan membeli di sini,” keluhnya, Senin (8/7/2019).
Pihaknya meminta pemerintah agar mengeluarkan kebijakan yang lebih mementingkan rakyat kecil dan tidak memandang mana yang kaya atau tidak.
Sementara, anggota Komisi A DPRD Bangkalan, Mahmudi mendesak pemerintah daerah agar lebih peduli kepada masyarakat kecil atau masyarakatnya sendiri.
“Kalau dibiarkan seperti ini, itu namanya bentuk ketidak pedulian pemerintah terhadap rakyat kecil atau para pemilik toko tradisional,” katanya.
Pihaknya menduga para pengusaha besar itu tidak mau ‘mati’ karena ‘dibunuh’ oleh masyarakat kecil (pengusaha kecil) karena para pengusaha sudah punya segala-galanya.
“Artinya, para pengusaha besar itu pasti berpikir, dari pada saya ‘dibunuh’ oleh masyarakat kecil mendingan saya yang ‘membunuh’. Sebab, pengusaha besar itu modalnya sudah gede dan uangnya sudah banyak,” ucapnya.
Pemerintah seharusnya berani membatasi pembangunan toko modern yang dapat melumpuhkan pasar tradisional.
“Pemerintah harus berani membatasi Indomaret dan Alfamart, bahkan kalau bisa stop mulai sekarang,” tandasnya(*)