oleh

Pemerintah Nyebut Petani Juga Konsumen Beras Impor

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah tidak khawatir dengan nasib petani terkait kebijakan melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam untuk menekan harga komoditas tersebut yang melonjak.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku tidak memberikan perlindungan kepada petani menyusul adanya impor. Sebab, menurut dia, petani juga merupakan konsumen dari beras impor tersebut.

“Enggak ada. Petani juga konsumen,” ujar Menteri Enggar usai bertemu Presiden RI Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat.

Dia pun mengaku tidak membicarakan ataupun melaporkan dengan Presiden RI Joko Widodo mengenai impor beras tersebut. Kebijakan impor itu, kata dia, merupakan hak istimewa atau diskresi dirinya sebagai Menteri Perdagangan.

“Enggak, karena beliau [tidak] menanyakan itu saya tidak perlu [menjelaskan],” tambah dia.

BacaPemerintah Impor 500 Ribu Ton Beras dari Thailand dan Vietnam

Impor beras tersebut rencananya akan datang pada akhir Januari dan langsung disebar ke wilayah yang mengalami kenaikan harga. Beras impor ini nantinya akan dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras kualitas medium.

Padahal, diperkirakan pada akhir Januari mendatang adalah puncak musim panen raya di hampir seluruh daerah. Menurut petani, impor beras tersebut akan merugikan petani lantaran menekan harga gabah.

Rencana impor beras muncul karena harga beras yang melonjak. Harga beras nasional mencapai Rp11 ribu per kg. Padahal HET beras adalah Rp9500 per kg. (AA)

Loading...