PortalMadura.Com, Sumenep – Pemilik lahan dan tokoh pemuda dan masyarakat sepakat menolak pembangunan tambak udang di wilayah Desa Legung dan Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Penolakan tersebut tertuang dalam pertemuan antara pemilik lahan dan tokoh masyarakat setempat, Sabtu (12/3/2016). Mereka juga membentuk Komunitas Eman Na’ Poto Indonesia.
“Pemilik lahan dan tokoh masyarakat di sini sepakat menolak pembangunan tambak,” tegas Sekretaris Komunitas Eman Na’ Poto Indonesia, Emha Bayjoeri pada PortalMadura.Com via telepon.
Ia menjelaskan, penolakan pembangunan tambak atas dasar hasil kajian dan pertimbangan dari berbagai aspek, baik sisi ekonomi maupun kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan dimasa yang akan datang.
“Tidak ada manfaat bagi warga sekitar. Apalagi hasil kajian akan berdampak negatif pada lingkungan. Jadi, sudah jelas tidak ada manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan yang digelar disalah satu rumah warga, hadir sekitar 40 orang dari berbagai unsur, termasuk perwakilan pemilik lahan, H Faidi dan H ABD Syakur.
Kepengurusan Komunitas Eman Na’ Poto Indonesia terbentuk, dengan Ketua Masmuni Mahatma, dan Sekretaris Emha Bayjori.
Sebelumnya, di wilayah dekat Pantai Lombang Dibangun Tambak Udang oleh pengusaha luar Madura dan tidak melibatkan warga sekitar. (Hartono)