SUMENEP, portalmadura.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi melantik sebanyak 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menduduki jabatan administrator dan pengawas di lingkungan pemerintahan daerah. Prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Jumat, 25 September 2026.
Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., yang hadir mewakili Bupati Sumenep, Drs. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. Puluhan pejabat baru ini tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), badan, kecamatan, hingga unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
Dorong Energi Baru dan Peningkatan Kinerja
Dalam arahannya, Wakil Bupati Imam Hasyim menegaskan bahwa penempatan posisi baru ini bukan sekadar rotasi birokrasi, melainkan sebuah amanah besar yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata di lapangan. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik agar segera memahami tugas pokok, fungsi, serta tanggung jawab di unit kerja masing-masing.
“Jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Imam Hasyim di hadapan para ASN yang dilantik.
Ia juga menambahkan agar proses adaptasi tidak dijadikan alasan untuk memperlambat ritme kerja. Para pejabat dituntut untuk segera membangun komunikasi efektif, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memetakan berbagai persoalan strategis demi mendukung program pemerintah daerah.
Cakupan Sektor Pelayanan
Berdasarkan Lampiran Keputusan Bupati Sumenep Nomor 800.1.3.3/547/204.3/2026 tertanggal 25 September 2026, ke-55 ASN tersebut mengisi berbagai sektor krusial. Bidang-bidang yang dicakup meliputi sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, perikanan, lingkungan hidup, kebudayaan, hingga pelayanan publik secara langsung.
Melalui pelantikan ini, Pemkab Sumenep berharap roda birokrasi dapat bergerak lebih optimal dalam menerjemahkan kebijakan daerah menjadi program kerja yang dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.





