oleh

Penamaan Bangkalan dari Gugurnya Ke’ Lesap, Pendekar Tampilkan Kisahnya

PortalMadura.Com, Bangkalan – Perguruan Pencak Silat Pamur asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menampilkan kisah gugurnya Ke’ Lesap di Alun-alun kota setempat, Sabtu (13/10/2018)

Disutradarai Suhartono, para pendekar itu memperagakan atau menampilkan cerita tentang penamaan Bangkalan yang tercetus dari sebuah pemberotakan yang dilakukan oleh Ke’ Lesap hingga gugur di tangan Pangeran Cakraningrat V.

Dalam kisahnya, pemberontakan Ke’ Lesap hendak menaklukkan, Sumenep, Pamekasan dan Sampang serta Bangkalan sendiri. Dalam penampilan para pendekar tersebut, seorang Ke’ Lesap ingin menaklukkan Madura.

Ia tampil sebagai pembangkang (pemberontak) setelah mendapat kesaktian dari gua Payudan di Sumenep yang dijalani secara bersemedi.

Dengan senjata andalannya, bernama Kodhi’ Crancang yang dapat disuruh untuk mengamuk sendiri tanpa ada seorang pun yang memegangnya. Berbekal kesaktiannya, ia makin dikenal sampai ke seluruh pelosok Madura.

Loading...

Pemberontakan dilakukan dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan. Namun, Ke’ Lesap (Kek Lesap) yang merupakan putra Madura keturunan dari Pangeran Sosro Diningrat (Pangeran Tjokro Diningrat III) dari istri selirnya, yang berkuasa tahun 1707-1718 masehi akhirnya gugur juga.

Ke’ Lesap gugur pada pemberontakan yang dilakukan di Bangkalan. Saat itu Bangkalan dipimpin oleh Raden Adipati Sejo Adi Ningrat I / Panembahan Tjokro Diningrat V / Pangeran Cakraningrat V (1736-1769).

Ke’ Lesap tewas di ujung tombak pusaka Bangkalan Ki Nenggolo yang dipergunakan oleh Cakraningrat V. Ke’ Lesap menghembuskan nyawa terakhirnya di area Pesanggrahannya di Desa Tonjung, Bangkalan.

Rakyat Bangkalan yang mengikuti rajanya berseru “Bengkah la’an” yang artinya sudah matilah. Kalimat itulah yang mengilhami penamaan, Bangkalan.(Imron/Har)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar