oleh

Penerbangan Surabaya-Sumenep Tiga Hari Terakhir Kerap Delay, Ini Penyebabnya

PortalMadura.Com, Sumenep – Penerbangan pesawat komersial di rute Bandara Juanda Surabaya-Trunojoyo Sumenep, Madura, Jawa Timur, selama tiga hari terakhir ini selalu delay atau tertunda.

Sesuai jadwal, penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Trunojoyo Sumenep pukul 12.45 WIB dan diperkirakan sampai pukul 13.20 WIB.

Sedangkan dari Bandara Trunojoyo Sumenep menuju Bandara Juanda Surabaya berangkat pukul 13.45 WIB dan diperkirakan sampai pukul 14.20 WIB. Namun, akhir-akhir ini pesawat Wings Air baru tiba di Sumenep sekitar pukul 16.00 WIB, bahkan bisa lebih.

“Selama beberapa hari terakhir ini memang sering terjadi kelambatan penerbangan. Ini disebabkan sebagian pesawat milik Wings Air sedang dalam perawatan,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo, Indra Triyantono, Rabu (4/4/2018).

Loading...

Ia memastikan, penerbangan pesawat komersial di rute Surabaya-Sumenep dan sebaliknya akan normal kembali mulai hari ini. Sebab, perawatan pesawat tersebut sudah selesai.

“Hasil koordinasi kami dengan maskapai, hari ini sudah mulai normal kembali. Semoga ke depan tidak terjadi delay lagi, karena secara tidak langsung kami juga dirugikan,” ucapnya.

Penerbangan komersial di Bandara Trunojoyo Sumenep dimulai sejak tahun 2017 oleh PT Wings Abadi. Pesawat yang digunakan adalah ATR 72 dengan kapasitas 70 penumpang.

Pesawat tersebut melayani penumpang dari Sumenep-Surabaya dan sebaliknya setiap hari satu kali. Lama perjalanan dari Sumenep ke Surabaya di jalur udara itu hanya sekitar 30 menit. Harga tiket Rp 175.000 dari Sumenep–Surabaya, sedangkan dari Surabaya–Sumenep Rp 225.000. (Arifin/Putri)





Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE