oleh

Pengusaha Sebut Pemkab Hanya Titip Uang Banner pada Pameran Batik Internasional

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pengusaha batik asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Dian Hendriani mengaku jika pemerintah di daerahnya hanya menitipkan uang banner pada pameran batik Internasional di Saba-saba, Tanzania, Afrika.

Padahal, pameran yang akan berlangsung tanggal 7 sampai 21 Juli 2019, ia membawa produk batik Pamekasan hasil kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tanzania.

“Saya berangkat sendirian, tanpa campur tangan pemerintah daerah,” ucap Dian, Kamis (4/7/2019).

Menurut Dian, Pemkab Pamekasan hanya memberikan uang untuk biaya cetak banner di Tanzania. Untuk biaya transportasi dan akomodasinya, ia harus merogoh kocek pribadinya hingga mencapai Rp18 juta.

“Hanya uang cetak benner serta biaya perlengkapan buat pameran produk batik Pamekasan. Kalau tiket saya bayar sendiri,” ujar Dian menegaskan.

Pada pameran batik di Saba-saba Tanzania, Afrika, ia membawa beragam motif batik asal Pamekasan, baik lembaran maupun kemeja. Ia mematok harga kisaran Rp200 ribu – Rp500 ribu.

“Saya juga membawa contoh produk UMKM lokal, seperti jamu, rengginang, teri, dan kopi mangrove,” jelasnya.

Meski tanpa bantuan pemerintah daerah, Dian bersyukur karena pemerintah daerah membantu dalam pengurusan administrasi.

“Untuk administrasi memang tidak ada kesulitan,” pungkasnya.(*)

Penulis : Hasibuddin
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE