oleh

Penyelam Penemu CVR Lion Air JT 610 itu Bernama Serda Ttg Satria Margono

PortalMadura.Com, Jakarta – TNI Angkatan Laut mengungkapkan penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Komando Armada (Koarmada) I yang menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP itu bernama Serda Ttg Satria Margono.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan Satria mencari kotak hitam itu bersama 17 penyelam TNI Angkatan Laut lainnya, tiga orang Kopaska, sembilan orang personel Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), enam orang peneliti dan 55 orang anak buah kapal. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (14/1/2019).

“Bersama KRI Spica-934 yang memiliki peralatan bawah air dengan teknologi canggih, tim penyelam lengkap dengan peralatan scuba melaksanakan penyelaman di Perairan Karawang,” ujar Harjo, Senin, dalam keterangan pers.

CVR, lanjut Harjo, ditemukan di koordinat 05 48 46,503 S – 107 07 36,728 T, hanya berjarak 50 meter dari lokasi ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) beberapa waktu lalu.

Harjo mengatakan pencarian itu dilakukan sejak Selasa pekan lalu, hasil kerja sama Pushidrosal dengan KNKT.

Pencarian itu, ungkap Harjo, juga membawa alat lengkap seperti Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP dan peralatan HIPAP yang mampu mendeteksi sinyal kotak hitam.

Rencana awal, ujar Harjo, pencarian dilakukan dalam waktu 15 hari, karena batas pancaran sinyal CVR hanya berlaku 90 hari sejak pesawat itu mengalami kecelakaan.

Pencarian itu, imbuh Harjo, beroleh hasil pada hari ini pukul 08.40 WIB.

Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin 29 Oktober 2018 di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.

Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus 2018 lalu dengan lama penerbangan 800 jam.

Pesawat berisikan 189 orang, 181 di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.

Dari Jakarta, pesawat menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, pada pukul 06.20 WIB, namun hilang kontak setelah 13 menit mengudara. (AA)



Komentar