oleh

Peralatan NSA Amerika Bisa Sedot Data KPU Seperti Kata Akbar Faizal

PortalMadura.Com, Jakarta – Polemik SMS Akbar Faizal tentang pekerjaan kotor Luhut Panjaitan saat Pilpres 2014 belum berakhir. Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman sekarang mengungkapkan penyedotan data KPU yang kabarnya dilakukan oleh Luhut sangat mungkin dilakukan dengan peralatan canggih yang dimiliki oleh NSA, badan keamanan nasional Amerika Serikat.

“Pekan lalu saya kumpulkan ahli jaringan komputer di kantor saya. Saya baru tahu ternyata Snowden pernah membocorkan katalog alat-alat penyadapan data yang dinamakan NSA ANT Catalog. Alat-alat yang ada di ANT Catalog ini digunakan oleh NSA untuk melakukan operasi Tailored Access Operations (TAO) atau operasi penyadapan dan pencurian data” ungkap Jajat, Selasa (16/4/2015).

Jajat mencontohkan, dalam ANT Catalog terdapat alat RAGEMASTER atau NIGHTWATCH untuk menyedot tampilan layar komputer target dari jarak jauh. FIREWALK atau IRONCHEF untuk menyedot (dan manipulasi) semua aliran data masuk dan keluar dari komputer / server target.

COTTONMOUTH untuk mengambil alih kendali komputer / server target jenis apapun dari jarak jauh serta instalasi program / virus. WATERWITCH untuk menemukan lokasi fisik HP / alat komunikasi yang ingin disedot datanya (target). TYPHON HX untuk membuat BTS / sinyal HP palsu dan menyedot data telepon dan SMS dari HP target.

Loading...

SURLYSPAWN untuk merekam seluruh ketikan di keyboard target secara jarak jauh, biasa digunakan untuk mengambil password. SOMBERKNAVE untuk menyedot data dari komputer Windows XP target. Dan NIGHTSTAND untuk mendobrak masuk ke jaringan nirkabel tipe apa saja (biasa digunakan dari dalam mobil van) untuk operasi penyedotan data.

“Yang jadi masalah serius adalah katalog ini bocor ke publik pada Desember 2013. Sejak itu banyak ahli-ahli jaringan komputer di banyak belahan dunia yang mengaku bisa membuat ulang alat-alat penyadapan di ANT Catalog. Intinya, secara teknis penyedotan data-data penting seperti siapa saja penduduk Indonesia yang selalu golput untuk nantinya dimanipulasi kehadirannya sangat mungkin terjadi. Kepolisian dan DPR harus bongkar tuntas dugaan kebocoran data KPU” jelas Jajat.

Seperti diketahui, lambang NSA adalah elang botak yang mencengkeram sebuah kunci pada kukunya. Ini melambangkan cengkeraman NSA pada sistem keamanan dan misinya membongkar dan melindungi rahasia. Motto NSA adalah “data Anda, adalah data kami”. NSA memiliki alat-alat penyadapan dan penyedotan data tercanggih di dunia. Karena mandulnya kepolisian, kemarin Komisi III DPR RI telah menyatakan akan mengusut kasus ini. Jika terbukti, kasus penyedotan data ini dapat menyeret Jokowi, JK dan Luhut ke penjara. (rls/choir)


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE