PortalMadura.com

Perpustakaan Nasional Lakukan Penyelamatan Kitab Kuno di Pamekasan

  • Selasa, 13 Maret 2018 | 14:26
Perpustakaan Nasional Lakukan Penyelamatan Kitab Kuno di Pamekasan
Proses preservasi dan konservasi terhadap kitab kuno (Foto: Marzukiy)
Loading...

PortalMadura.Com, Pamekasan – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan penyelamatan ratusan kitab kuno di Perpustakaan Raden Umro Pondok Pesantren Az Zubair Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (13/3/2018).

Koordinator Tim Preservasi Pelestarian Naskah Daerah Pamekasan, Aris Riyadi mengatakan, proses preservasi dan konservasi terhadap kitab kuno tersebut dengan melakukan perbaikan dan perawatan fisik dari koleksi kitab. Mulai proses menghilangkan keasaman yang muncul dari kertas atau lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan proses laminasi.

“Kertas dengan tisu Jepang, kemudian kita berikan lem. Setelah semua terminasi kita susun kembali untuk dijilid ulang. Nah, konservasi yang kita lakukan ini akan memiliki daya tahan sangat panjang hingga ratusan tahun. Jadi secara kimia atau fisik, terlindungi semua,” katanya kepada PortalMadura.Com.

banner300x250

Menurutnya, ada sebanyak 150 kitab kuno yang akan dilakukan perbaikan di Perpustakaan Raden Umro tersebut, tetapi pihaknya kemungkinan besar tidak bisa menyelesaikan perbaikan semua kitab itu lantaran hanya ada waktu satu minggu di Pamekasan, setelah itu akan kembali ke Jakarta.

“Semua tidak berubah, tapi mengembalikan koleksi itu kepada semula. Sehingga generasi yang akan datang akan menemukan koleksi itu seperti halnya koleksi zaman dulu yang pernah dibuat oleh nenek moyang kita,” tandasnya.

Salah satu kitab kuno yang dilakukan perbaikan adalah kitab Bahrul Lahut, yaitu kitab yang mempelajari tentang ketuhanan (tasawuf – falsafi) karangan syech Abdullah Arif dari Aceh pada tahun 1600 – 1700, dan kitab Al Muhith l, kamus bahasa arab.

“Penyelamatan kitab kuno dalam rangka menjaga kelestarian budaya Indonesia yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa supaya jati diri dan identitas Indonesia bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang,” pungkasnya. (Marzukiy/Putri)

banner300x250
banner300x250
banner300x250
banner300x250
Advertisement
banner300x250
banner300x250
banner300x250
banner300x250
banner300x250
banner300x250

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional