oleh

Pertanyakan Program 99 Hari Kerja, “Pocong” Mahasurya Gruduk Kantor Bupati Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Sejumlah aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya), Sumenep, Madura, Jawa Timur “menggruduk” kantor bupati setempat, Kamis (02/06/2016).

Mereka mengkritisi 9 program unggulan bupati dan wabup Sumenep, A Busyro Karim-Achmad Fauzi.

“Dalam puncak program 99 hari bupati dan wabup pada tanggal 31 Mei yang digelar di kecamatan Dungkek itu, bupati menyampaikan programnya sukses. Ini kan membohongi rakyat,” tegas Bisri Gei, korlap aksi.

Selain membawa poster, para “pocong” membawa spanduk yang bertuliskan “Menggugat janji politik 9 program busyro-Fauzi #Mahasurya#”

“Kami menilai 9 program unggulan bupati itu tidak terealisasi secara maksimal. Buktinya, program mencetak wirausahawan muda tidak tepat sasaran, banyak anggota yang direkrut berusia tua,” ucapnya.

Mereka ditemui Sekdakab Sumenep, Hadi Soetarto di depan pintu depan kantor bupati. Mereka menyampaikan aspirasinya terkait kegagalan 9 program unggulan bupati dan wabup.

“Program 99 hari hanya sebagai penanda dan bentuk kometmen pemerintah untuk meningkatkan pembangunan,” kilah Hadi Soetarto.

Ia menyampaikan, jika ada kekurangan, itu hal biasa dan masukan mahasiswa akan jadi spirit bagi pemerintah.

“Beri waktu kami melakukan evaluasi terhadap program pemerintah,” tukasnya. (arifin/har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE