PortalMadura.com

Pimpinan Baznas Dilantik, Bupati Sumenep : Perlu Penguatan Kelembagaan

  • Kamis, 14 Desember 2017 | 18:24
Pimpinan Baznas Dilantik, Bupati Sumenep : Perlu Penguatan Kelembagaan
Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Lantik Pimpinan Baznas, Kamis (14/12/2017)

PortalMadura.Com, Sumenep – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Masa Bhakti 2017-2022 dilantik oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Kamis (14/12/2017) di Pendopo Keraton setempat.

Dalam sambutannya, Busyro menekankan agar pimpinan Baznas yang baru dapat melakukan terobosan baru dalam usaha memperkuat lembaga amil zakat. Menurutnya, tanpa penguatan kelembagaan, maka Baznas tidak akan maju.

“Unsur pertama, SDM yang mumpuni. Dan tidak cukup SDM yang bagus, tapi tata kelola manajemen yang profesional juga penting. SDM dan manajemen juga tidak cukup, karena Baznas itu harus ada semangat pengabdian,” kata Busyro.

Menurutnya, gerakan seperti yang dilakukan di pondok pesantren, seperti mau membangun bukan berarti sudah ada dana. Tapi dengan adanya kemauan itu, maka dana akan mengalir dengan sendiri.

“Gerakan semacam ini yang perlu kita tarik ke program pemerintahan. Baznas itu adalah medan perjuangan. Jadi, dalam usaha membesarkan Baznas ada nilai pengabdian. Dan Baznas tidak boleh mundur. Kekompakan harus dijaga untuk memperkuat kelembagaan Baznas,” ujarnya.

Dijelaskan, selama ini Baznas sudah melakukan kerjasama dengan BPRS dalam bentuk pinjaman tanpa bunga dan tanpa biaya bagi keluarga kurang mampu. Pinjaman itu, besarnya maksimal Rp5 juta.

“Dari mana bunga dan biayanya, ya Baznas yang berperan. Kedepannya, kerjasama itu harus terus dilakukan dan ditingkatkan, jangan sampai tidak ada dana di Baznas,” ucapnya.

Melalui Baznas dan BPRS, Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah berusaha membantu korban kapitalisme dan selama ini sangat dirasakan oleh masyarakat Sumenep, terutama para pedagang kecil.

“Ketika sebelumnya terjerat dengan rentenir maka program Baznas itu sangat dirasakan oleh mereka. Kadang-kadang justru BPRS yang turun ke bawah, bukan para pedagang kecil yang datang ke kantor BPRS. Hal ini perlu terus ditingkatkan,” tandasnya.

Diakui, persoalan yang dihadapi Baznas adalah dari pendanaan. Pemasukan dari zakat profesi khusus aparatur sipil negara (ASN) pernah mencapai Rp853 juta di tahun 2015. “”Ini belum maksimal. Kalau kita berbicara profesi tidak hanya dari ASN, tapi banyak profesi lain diluar ASN,” katanya.

Untuk itu, pihaknya juga mengharapkan ada dorongan dari para pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD) agar zakat profesi ASN dapat maksimal.

Potensi lain yang perlu digarap, adalah zakat harta dari kalangan pengusaha. Banyak pengusaha di Sumenep yang belum melibatkan Baznas.

“Ini perlu digarap kedepannya. Persoalannya, Baznas bisa dipercaya gak oleh mereka. Nah! ini tugas yang menanti pimpinan baru ini. Tunjukkan bahwa Baznas benar-benar bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Selama ini, Baznas juga terlibat dalam pengobatan warga kurang mampu yang benar-benar membutuhkan. “Misalnya, surat dari keluarga kurang mampu biasanya sampai ke saya. ya, salah satu dana yang digunakan untuk pengobatan adalah dari Baznas,” jelasnya.

Pihkanya juga menyadari bahwa persoalan yang dihadapi Baznas tidak hanya terjadi di Kabupaten Sumenep, melainkan secar nasional mengalami masalah serupa. “Tapi, saya yakin, jika betul-betuk bekerja dengan baik, maka Baznas akan maju sesuai dengan harapan semua pihak,” pungkasnya.(Hartono)

Loading...
Advertisement
portalmadura'

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional