oleh

Pimred dan Crew ‘Mata Sumenep’ Minta Maaf Atas Pemuatan Foto KH Moh Said Abdullah

PortalMadura.Com, Sumenep – Foto keluarga KH. Mohammad Said Abdullah, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mathali’ul Anwar Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, bersama KH. A Busyro Karim, dalam acara keluarga saat momen Idul Fitri 1436 H, yang diunggah di media sosial facebook (FB) halaman ‘Mata Sumenep’ dan versi cetak (tabloid) menuai protes dari para alumni dan keluarga besar ponpes tersebut.

Pihak alumni menilai, bahwa foto keluarga itu memberikan kesan opini dukungan politik kepada Kiai Busyro sebagai pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 dalam Pilkada Sumenep. Sementara, KH Said Abdullah tidak pernah terlibat dalam politik praktis sebagaimana wasiat dari sesepuh dan pendiri ponpes KH Abdullah.

Oleh karena itu, KH Said Abdullah menulis surat atas keberatan foto keluarga yang dimuat di ‘Mata Sumenep Online’ dan ‘Mata Sumenep’ versi cetak, Kamis (3/9/2015).

Menanggapi keberatan tersebut, Pemimpin Redaksi ‘Mata Sumenep’ Hambali Rasidi, bersama jajaran redaksi nyabis (melakukan silaturrahmi, red) atau tabayyun kepada KH Mohammad Said Abdullah pada hari itu juga, pada pukul 15.30 WIB. Dalam pertemuan di dhalem (kediaman, red) kiai karismatik itu, Hambali Rasidi memohon maaf atas kekhilafannya.

Abdina (saya, red) tidak pernah nulis ajunan (jenengan, red) mendukung Kiai Busyro. Nyoon sapora manabi deddi salah (Mohon maaf jika salah, red),” kata Hambali kepada Kiai Said, kala itu.

Secara ramah dan bijak, Kiai Said menjawab, “Kaule memang tak ingin berpolitik praktis (Saya memang tidak mau berpolitik praktis, red). Kedua calon (Busyro dan Zainal) padhe kanca (keduanya teman, red). Busyro ka kaule dua pupuh. Kepada keluarga (Nyai Shofia, Red.) sepupuh,” dhawuh Kiai Said.

Pertemuan yang disaksikan Lora Moh. Saifa Ibadillah dan dua pengurus pesantren itu, akhirnya dilakukan kesepakatan. Pertama menghapus semua foto Kiai Said dan Kiai Busyro di FB halaman ‘Mata Sumenep Online’. Kedua, mememohon maaf secara terbuka di FB halaman ‘Mata Sumenep’. Ketiga menghapus foto di cover belakang ‘Mata Sumenep’ versi cetak edisi 22.

“Karena tabloid sudah dicetak dan belum beredar keseluruhan, foto Kiai Said dan keluarga di Tabloid itu akhirnya digunting. Sebagian yang beredar ditarik dan diganti dengan foto yang digunting. Dan secara resmi kami mengirim surat nomor 013/P-MS/IX/2015 tertanggal  5 September 2015 yang ditujukan kepada koordinator Forum Silaturrahim Alumni dan santri Ponpes Mathli’ul Anwar yang bersedia memohon maaf secara terbuka di FB halaman ‘Mata Sumenep’. Dan pada pukul 18.58 wib, Minggu (6/9/2015), kami resmi mengupload surat Permohonan Maaf secara terbuka kepada KH Mohammad Said Abdullah dan Nyai Hj Shofia Ali Wafa, keluarga beserta para alumni Ponpes Mathli’ul Anwar di FB halaman ‘Mata Sumenep,” terang Hambali.

Loading...

Dengan permohonan maaf secara terbuka di FB halaman ‘Mata Sumenep’, Hambali berharap kesalahfahaman tersebut berakhir dan menjadi hikmah yang tak bernilai.(rls/har)

Surat Permintaan Maaf

Atas nama Pemimpin Redaksi Mata Sumenep, mohon maaf atas kekhilafan mengupload foto keluarga KH Mohammad Said Abdullah dan Nyai Hj Shofia Ali Wafa bersama KH. A Busyro Karim dan Nyai Nurfitriana Busyro Karim saat acara ‘tellasan’ atau Idul Fitri di FB halaman ‘Mata Sumenep’ dan Cover belakang ‘Mata Sumenep’ versi cetak edisi 22.

Pemuatan foto keluarga itu tiada maksud menghina dan menurunkan kharisma KH Moh Said Abdullah dan keluarga. Pemuatan foto keluarga itu, sebatas review album aktivitas Bupati Sumenep KH A Busyro Karim yang berlatar belakang kiai dan pesantren.

Sejak beredar surat keberatan KH Moh Said Abdullah, Kamis (3/9/2015) atas pemuatan foto keluarga di media ‘Mata Sumenep’, selang beberapa jam, kami bersama jajaran redaksi melakukan ‘nyabis’ (silaturrahmi) atau tabayyun kepada KH Mohammad Said Abdullah pada pukul 15.30 Wib.

Dalam pertemuan di ‘dhalem’ (kediaman) Kiai Said itu, kami memohon maaf atas kekhilafannya. Dengan ungkapakan “Abdina tidak pernah nulis ajunan mendukung Kiai Busyro. Nyoon sapora manabi deddi salah,”

Secara ramah dan bijak, Kiai Said menjawab, “Kaule memang tak ingin berpolitik praktis. Kedua calon (Busyro dan Zainal)  padhe kanca. Busyro dua pupuh ben kaule. Deri keluarga (Nyai Shofia, Red.) sepupuh,” dhawuh Kiai Said.

Dalam pertemuan yang disaksikan Lora Moh. Saifa Ibadillah dan dua pengurus pesantren itu, akhirnya dilakukan kesepakatan.

Pertama menghapus semua foto Kiai Said dan Kiai Busyro di FB Halaman Mata Sumenep Online. Kedua, mememohon maaf secara terbuka di FB halaman ‘Mata Sumenep’. Ketiga menghapus foto di cover belakang ‘Mata Sumenep’ versi cetak edisi 22.

Karena tabloid sudah dicetak dan belum beredar keseluruhan, foto Kiai Said dan keluarga di Tabloid itu akhirnya digunting. Sebagian yang beredar ditarik dan diganti dengan foto yang digunting.

Kami mengirim surat Nomor 013/P-MS/IX/2015 tertanggal  5 September 2015 yang ditujukan koordinator Forum Silaturrahim Alumni dan Santri Ponpes Mathli’ul Anwar yang bersedia memohon maaf secara terbuka di FB halaman ‘Mata Sumenep’.

Pada pukul 18.58 Wib, Minggu (6/9/20015), kami resmi mengupload surat permohonan maaf secara terbuka kepada KH Mohammad Said Abdullah dan Nyai Hj Shofia Ali Wafa, keluarga beserta para alumni Ponpes Mathali’ul Anwar di FB halaman ‘Mata Sumenep’.

Demikian siaran pers kami buat. Kurang lebihnya kami mohon maaf.

Sumenep, 7 September 2015
‘Mata Sumenep’

ttd
Hambali Rasidi
Pimred



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar