PortalMadura.Com, Sampang – Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sampang, Madura, Jawa Timur ‘ngeluruk’ Kantor PU Bina Marga setempat, Selasa (10/3/2015).
Mereka menuntut pemerintah daerah bertanggung jawab atas banyaknya proyek peningkatan infrastruktur jalan poros desa yang terkesan dikerjakan asal-asalan.
Salah satu orator aksi, Abd Hamid mengatakan, PU Bina Marga terkesan tutup mata dalam melakukan pengawasan proyek. Terbukti, tidak genap satu tahun, proyek peningkatan infrastruktur jalan poros desa di Desa Asem Monggal-Disanah, Kecamatan Jrengik sudah hancur.
“Itu proyek tahun anggaran 2014 senilai Rp3,5 miliar lebih. Tapi, kenapa harus menggunakan batu sirtu dan pasir putih. Hasilnya, sudah hancur,” teriak Hamid di depan Kantor PU Bina Marga Sampang.
Kepala PU Bina Marga Sampang, Moh Ziz membantah, jika dirinya dinilai tutup mata dalam melakukan pengawasan beberapa proyek. Pihaknya, bakal minta pertanggung jawaban kontraktor dan konsultan pengawas.
“Ini masih dalam tanggung jawab kami, karena masih dalam pemeliharaan,” kilahnya.
Aktifis PMII tersebut terlihat tidak puas dengan jawaban Kadis PU Bina Marga, sehingga mereka mengancam bakal melaporkan temuan itu kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim di Surabaya.(lora/htn)