oleh

Polisi Autopsi Enam Jenazah Korban Demonstrasi Aksi 22 Mei

PortalMadura.Com, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah mengautopsi enam jenazah korban tewas pada aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta pada 22 Mei 2019 lalu.

Kepala Biro Penerangan Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan salah satu di antaranya dilaporkan teridentifikasi terkena peluru tajam, namun polisi masih memastikan lebih lanjut penyebab kematian para korban melalui autopsi.

Dari enam jenazah yang tengah diidentifikasi, empat di antaranya berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polri.

“Itu masih proses identifikasi autopsi oleh tim forensik, nanti tim forensik akan mengeluarkan hasil autopsi terkait penyebab kematiannya,” ujar Dedi di Jakarta, Kamis.

Dedi mengklaim ada kelompok lain selain anggota polisi yang diduga menggunakan senjata api pada aksi kemarin.

Beberapa hari sebelum aksi demonstrasi, polisi menangkap enam orang tersangka dan menyita senjata api jenis M4 yang bisa dipasang telesikop untuk penembak runduk atau sniper, revolver, glock, serta sekitar 50 butir peluru.

“Tentunya masih didalami lagi beberapa senjata-senjata apakah masih ada di luar,” kata Dedi.

Polri mengklaim aparatnya tidak dibekali peluru tajam dalam pengamanan aksi demonstrasi terkait penolakan hasil Pemilu 2019. dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (23/5/2019).

Aksi demonstrasi itu berujung pada bentrok antara massa dengan personel polisi dan TNI.

Polisi menduga provokator dari bentrokan tersebut merupakan massa bayaran yang sengaja ditugaskan membuat ricuh aksi demonstrasi.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar